Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Siapkan 10 Juta Lapangan Pekerjaan, Trump Akan Relokasi Perusahaan AS Dari China

SELASA, 18 AGUSTUS 2020 | 13:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dengan visinya "America for American" tengah membuat proyek ambisius dengan menciptakan 10 juta lapangan pekerjaan dalam 10 bulan.

Lapangan pekerjaan tersebut akan memenuhi kebutuhan pengangguran di AS yang pada April 2020 mencapai 23,1 juta orang dan saat ini berkurang menjadi sekitar 16,3 juta orang.

Ia juga mengatakan sedang menyiapkan kredit pajak bagi mereka yang akan memindahkan perusahaannya dari China ke AS dan bersiap untuk mencabut kontrak federal dari perusahaan yang mengalihkan pekerjaan ke negeri Tirai Bambu.


Semua itu disampaikan Trump saat melakukan pidato kampanye selama satu jam ketika mengunjungi Mankato, Minnesota, seperti dikutip Al Jazeera, Selasa (18/8).

"Kami akan membuat kredit pajak untuk perusahaan yang dapat membawa pekerjaan dari China kembali ke Amerika," ujar Trump seraya mengatakan dirinya akan membangkitkan ekonomi AS yang terpuruk akibat pandemik Covid-19 jika terpilih pada pilpres 3 November mendatang.

"Apa yang kita lakukan bersama adalah keajaiban ekonomi dan sekarang kita melakukannya lagi. Kita membangun ekonomi terbesar dalam sejarah dunia," sambungnya percaya diri.

Keyakinan Trump untuk membangkitkan kembali ekonomi AS dilihat dari mulai pulihnya penjualan ritel dalam beberapa bulan terakhir.

Namun, data yang dirilis pada pekan lalu berkata sebaliknya. Penjulan ritel AS meningkat kurang dari yang diharapkan pada Juli karena konsumen mengurangi daya belinya mengingat infeksi Covid-19 masih terus meningkat.

Sejak terpilih pada 2016, Trump telah mengambil serangkaian tindakan untuk menyeimbangkan hubungan ekonomi AS dan China. Di mana AS mengalami defisit yang sangat besar dalam perdagangan bilateral keduanya.

Trump bahkan telah melakukan pembatasan pada perusahaan China seperti Huawei, termasuk TikTok dan WeChat.

"Kami akan mengakhiri ketergantungan kami pada China, kami akan membuat obat-obatan dan pasokan penting kami di sini, di Amerika Serikat," janji Trump, mengacu pada perintah eksekutif yang ditandatangani bulan lalu untuk meningkatkan produksi obat-obatan dan peralatan medis.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya