Berita

Pengenalan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dihadiri sejumlah tokoh beberapa waktu lalu/RMOL

Politik

IPO Khawatir Intimidasi KAMI Dilakukan Provokator Yang Sengaja Membonceng Agenda Selamatkan Indonesia

MINGGU, 16 AGUSTUS 2020 | 17:50 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Intimidasi terhadap tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) bisa jadi bukan dilakukan oleh pihak pemerintah.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengatakan, intimidasi kepada tokoh KAMI merupakan bentuk provokatif yang seharusnya tidak terjadi.

"Semestinya hal semacam ini tidak perlu terjadi. Jika benar ada intimidasi, maka ada pihak yang secara sengaja lakukan provokasi. Pemerintah perlu memastikan kebebasan berpendapat warga negara dengan menerima laporan intimidasi ini," ujar Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (16/8).


Kepastian tersebut penting dilakukan agar stigma bahwa KAMI sedang berhadapan dengan pemerintah tak berlarut-larut dan berujung polemik.

"Jangan sampai ada kelompok tertentu yang memang miliki agenda membenturkan, sehingga ada kesan KAMI sedang berhadapan dengan pemerintah, padahal bisa saja pemerintah tidak melakukan itu," kata Dedi.

"Intimidasi adalah cara lama, dan tidak semestinya hadir di negara dengan sistem politik demokrasi," pungkas Dedi.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya