Berita

Dirlantas Polda DIY, Kombes I Made Agus Prasatya/Istimewa

Presisi

Di Tengah Pandemik Covid-19, Ditlantas Polda DIY Kedepankan Represif Non-Yustisial Dalam Sosialisasi E-TLE

RABU, 12 AGUSTUS 2020 | 17:48 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Para pengguna jalan raya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini harus lebih mentaati aturan. Sebab, kini ada sejumlah kamera pengawas yang akan menangkap setiap pelanggaran yang dilakukan untuk kemudian dicatat dan diberikan denda.

Ya, Polda DIY kini mulai menerapkan Sistem Penegakan Hukum Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE). Ini merupakan sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas berbasis teknologi informasi dengan menggunakan kamera yang dapat mendeteksi berbagai jenis pelanggaran lalu lintas dan menyajikan data kendaraan bermotor secara otomatis (Automatic Number Plate Recognition).

Namun demikian, dijelaskan Dirlantas Polda DIY, Kombes I Made Agus Prasatya, penindakan pelanggar lalu lintas melalui kamera E-TLE di masa pandemik Covid-19 masih bersifat Represif Non-Yustisial. Yaitu penegakan hukum yang bersifa teguran dan peringatan kepada para pengemudi berdasarkan rekam jejak electronik yang ter-capture melakukan pelanggaran lalu lintas.


Dikatakan Dirlantas, melalui kamera E-TLE yang ditempatkan di beberapa titik ruas jalan raya, segala bentuk pelanggaran lalin seperti pengendara motor tidak menggunakan helm, menerobos traffic light, melanggar marka jalan, menggunakan handphone saat menyetir kendaraan, tidak menggunakan sabuk pengaman, dan pelanggaran batas kecepatan dapat terdeteksi CCTV yang langsung terkoneksi dengan petugas yang berada di back office RTMC Ditlantas Polda DIY.

Untuk pelanggar lalu lintas yang tertangkap kamera E-TLE, petugas akan melakukan verifikasi kendaraan bermotor di database ERI (Electronic Registration and Identification). Surat konfirmasi tersebut kemudian akan dikirim melalui layanan Pos atau surat elektronik sesuai data nama pemilik nomor kendaraan pelanggar lalu lintas.

"Pada surat konfirmasi akan tertera bukti elektronik jenis pelanggaran lengkap dengan foto, tanggal, dan waktunya" kata Kombes Made Agus dalam keterangannya, Rabu (12/8).

Selain itu dalam surat konfirmasi terdapat kode barcode yang dapat diakses melalui laman www.etle-diy.info dengan nomor telepon pengaduan di 08122999980.

"Jika pelanggar tidak segera membayar denda tilang dalam kurun waktu selama 15 hari dari diterimanya surat konfirmasi, maka STNK kendaraannya akan terblokir dan tidak bisa diperpanjang,” tandas dia.

STNK akan kembali aktif, setelah pelanggar membayar denda tilang. Denda yang dibayarkan sesuai jenis pelanggaran yang diatur UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Namun, Made menekankan, di masa pandemik Covid-19 ini, E-TLE yang diterapkan berupa pengiriman surat konfirmasi ke alamat sesuai database Ranmor sifatnya hanya peringatan atau teguran.

Untuk diketahui, pada tahap awal di DIY, kamera E-TLE dipasang di 4 titik. Yaitu di Maguwo Sleman, Ketandan Bantul, Ngabean Kota Yogyakarta, dan Wates Kulonprogo.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya