Berita

Waketum Gerindra Arief Poyuono/Net

Politik

Pertumbuhan Ekonomi Minus 5,32 Persen, Arief Poyuono: Rakyat Tidak Ada Yang Kelaparan

SELASA, 11 AGUSTUS 2020 | 18:02 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal kedua 2020 yang menurun hingga minus 5,32 persen tidak dapat dijadikan indikator kegagalan pemerintahan Joko Widodo.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono, penurunan ekonomi nasional itu dapat dipahami mengingat seluruh dunia menghadapi persoalan yang sama menyusul pandemi Covid-19.

Dalam keterangan kepada redaksi, Ketua Federasi Serikat Buruh BUMN Bersatu itu mengatakan, tidak dapat dipungkiri pandemi Covid-19 telah mengganggu supply dan demand tidak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia.


Di Indonesia ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan di banyak negara diterapkan lock down.

“Akibatnya permintaan danpenawaran barang dan jasa menurun akibat PSBB di Indonesia dan di luar negeri. Nilai ekspor dan impor kita pun jatuh,” ujarnya.

Indeks pertumbuhan ekonomi tidak bisa dijadikan acuan karena Gross Domestic Product (GDP) tidak bisa menghitung semua  barang dan jasa dihasilkan sebuah negara.

“GDP hanya menghitung barang dan jasa yang dihasilkan negara dari sektor formal. Jadi ada hidden growth yang tidak dihitung,” ujarnya.

Dia mencontohkan, seseorang yang tinggal di desa dan memiliki seekor ayam yang bertelur sebanyak sepuluh butir, atau seseorang yang memiliki sepuluh ekor kambing yang masing-masing beranak dua ekor.  

“Itu kan juga produksi. Apakah itu dihitung  oleh BPS,” tanya Arief Poyuono.

Dia juga mengatakan, konsepsi year to year untuk membandingkan kondisi perekonomian suatu negara juga keliru karena ada dimensi waktu yang hilang dan suasana sosial yang berbeda.

“Tidak apple to apple,” katanya lagi.

Jadi, bagaimana bila di kuartal ketiga 2020 pertumbuhan ekonomi nasional tetap minus?

Arief Poyuono mengatakan, tidak usah khawatir dengan ancaman resesi, karena itu adalah cara penghitungan yang dilakukan ekonom kapitalis.

“Ril ekonomi Indonesia jalan. Apalagi kalau program Pak Jokowi yang sudah menggelontorkan raturan triliun rupiah untuk belanja bisa cepat digunakan. GDP kita dan lapangan kerja dari sektor formal bisa naik,” sambungnya.

“Apalagi UKM mulai menerima dana dari komite penyelamatan ekonomi nasional yang dipimpin Pak Airlangga Hartarto. Itu jalan paling bagus. Apalagi ada subsidi untuk buruh sebesar Rp 600 ribu. Itu bentuk kepedulian Pak Jokowi terhadap kaum buruh,” urainya.

Arief Poyuono percaya, perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih baik setelah keadaan di dunia juga normal.

“Kalau kita saja yang normal, negara lain tidak normal, tidak bisa juga, Mas. Jadi tidak usah takut resesi. Tidak apa-apa. Rakyat tidak ada yang kelaparan,” demikian Arief Poyuono.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya