Berita

Prabowo Subianto bersama Sandiaga Uno saat debat Pilpre 2019/Net

Politik

2024 Masanya Anak Muda, Prabowo Harus Berbesar Hati Dan Menjadi Negarawan

SELASA, 11 AGUSTUS 2020 | 09:49 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Prabowo Subianto kembali dikukuhkan sebagai Ketua Umum Partai Gerindra untuk periode 2020-2025 dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra tahun 2020.

"Prabowo persis seperti dugaan saya sebelumnya, mengambil ketum lagi untuk cadangan nyapres lagi 2024," kata pengamat politik, Abdul Hamid kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (11/8).

"Dan seperti diutarakan, Prabowo minta waktu untuk mempertimbangkan (jadi capres) dalam satu sampai satu setengah tahun ke depan? Artinya menimbang-nimbamg kemungkinan untuk maju kembali," lanjut Direktur Visi Indonesia Strategis ini.


Menurut Abdul Hamid, sebetulnya sah-saja Prabowo nyapres kembali, apalagi secara elektoral masih bagus.

Akan tetapi, Indonesia pasca Covid-19 ini harus banyak belajar terkait pentingnya pemimpin yang adaptif dan kontekstual dengan zamannya. Karena sudah pasti, dunia berubah 180 derajat.

"Indonesia butuh pemimpin yang lebih kekinian," sebutnya.

Dan bayangan Abdul Hamid, Indonesia 2024 nanti adalah pertarungan anak-anak muda.

"Kita banyak stok yang bisa mengisi ruang kandidasi Pilpres 2024. Ada Anies, Sandi, RK, Ganjar, Erick dan lain-lain. Semua bagus-bagus untuk Indonesia masa depan," tuturnya.

Dengan demikian, Prabowo harus berbesar hati dan menjadi negarawan yang "membantu" Indonesia dengan "memberikan" kepada anak-anak muda.

"Karena diakui atau tidak, tangan dingin Prabowo-lah yang menghantarkan Jokowi dan Ahok ke Jakarta kala itu. Dan tangan dingin itulah kita uji kembali untuk Indonesia 2024, ketimbang bertarung untuk keempat kalinya," tutup Abdul Hamid.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya