Berita

Ilustrasi

Jaya Suprana

Peradaban Bola

MINGGU, 09 AGUSTUS 2020 | 20:50 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

GEGARA pageblug corona, Jepang telah resmi mengundurkan jadwal penyelenggaraan Olimpiade. Namun Qatar masih bertahan pada semangat menyelenggarakan Piala Dunia pada tetap tahun 2022.

Sayang, sampai dengan saat naskah ini ditulis, Tim Indonesia belum pernah lolos babak kualifikasi untuk ikut berlaga memperebutkan Piala Dunia sepakbola. InsyaAllah, 2026.

Konon sepakbola merupakan olahraga paling popular di planet bumi meski sebenarnya janggal bahwa duapuluhdua manusia dewasa terbagi menjadi dua kesebelasan saling berebut menendang dan menyundul sebuah benda bundar masuk ke gawang lawan yang setiap 45 menit bertukar lokasi. Benda bundar yang diperebutkan disebut sebagai bola.


Homo Ludens

Sebelum menjadi bahan permainan orang dewasa, bola merupakan permainan anak-anak paling dini dalam peradaban umat manusia. Sebagai bentuk olahraga, sebenarnya bola tidak  dimonopoli oleh sepakbola sebab juga bola-basket, tenis, pingpong, billiard, kasti, baseball, voley, polo air, senam, sepak takraw, squash, hoki darat, cricket, bolatangkis, golf, bowling, bola bekel.

Bola bukan cuma disepak, namun juga dilempar dan ditampar dengan tangan mau pun dipukul dengan alat pemukul. Bola sedemikian menarik sebagai bahan mainan sehingga para anjing sampai serigala juga gemar mengejar bola yang dilempar oleh manusia.

Anjing kami, Ceko menggunakan bola untuk berkomunikasi dengan sesama anjing mau pun manusia untuk diajak bermain bola. Ceko tidak pernah diajak menonton pertandingan sepakbola sebab dikuatirkan dia akan masuk ke lapangan untuk ikut memperebutkan bola yang sibuk ditendang-tendang oleh manusia.

Bentuk

Bentuk bola lazimnya bulat dan bundar. Namun bola rugby berbentuk lonjong dan bola hoki es berbentuk seperti pil tablet. Bahan bola sangat beranekaragam mulai dari dedaunan, karet sampai yang popular di masa kini adalah bahan sintetik.

Di masa kanak-kanak, saya bikin bola dari kertas koran yang diremas-remas sehingga berbentuk bola. Bola pingpong terbuat dari bahan selulosa ringan. Lazimnya bola billiard terbuat dari gading gajah. Bola yang mungkin terberat adalah bola bowling.

Bola suku Yahgan di Amerika Selatan terbuat dari cakar kaki albatros yang digembungkan lalu diisi dengan bulu angsa dan serbuk kayu. Kaum pribumi Amerika Selatan juga membuat bola dari perut anjing laut. Bola kaum Navayo terbuat dari kantong kulit hewan diisi biji-bijian dan diikat dengan tali terbuat dari bahan kayu.

Permainan dengan bola sudah terlukiskan di dinding monument-monumen Mesir kuno. Meski masyarakat Romawi kuno lebih suka menonton pertarungan gladiator namun olahraga dengan menggunakan bola cukup popular bagi mereka. Bola Romawi kuno terbuat dari lembaran kulit yang dijahit menjadi bentuk bola diisi dengan berbagai jenis material suka-suka yang bikin. Lazimnya bebuluan.

Permainan bola digemari masyarakat Sparta maka tidak disukai masyarakat Athena di masa Yunani Kuno. Namun di masa Yunani modern, tim sepakbola Sparta selalu sengit bersaing melawan tim sepakbola Athena di gelanggang liga Yunani.

Tradisional
 
Lacrosse merupakan permainan bola masyarakat pribumi Amerika pra-Kolumbian memiliki makna religius dipersembahkan kepada para dewa keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Sebuah patung mungil Maya menampilkan sosok manusia mengenakan sarung tangan dan pelindung tubuh ditemukan di Jaina, Meksiko masa kini.

Nyaris semua kota Maya memiliki lapangan permainan bola pok-a-tok atau tlachtli dilengkapi tribun untuk penonton. Suku Irquois di utara wilayah New York bermain bola dengan pemukul kayu. Okpasa adalah permainan bola suku Iqbo di Nigeria sementara di pedesaan Vietnam, anak-anak asyik bermain bola dengan menggunakan chopsticks alias sumpit. Di Indonesia anak-anak gemar main bola bekel.

Sementara peraturan sepakbola sama halnya dengan tenis, pingpong, billiard, polo air, bola bekel dan lain-lain terus dikembangkan dan disempurnakan demi kepuasan para pemain mau pun penonton. Pertandingan sepakbola rawan menjadi emosional sehingga tak jarang para penonton saling berkelahi akibat membela kesebalasan masing-masing Pendek kata bola merupakan warisan kebudayaan umat manusia yang melekat pada peradaban umat manusia di marcapada ini.

Penulis adalah pembelajar peradaban

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya