Berita

Direktur Eksekutif KPN, Adib Miftahul (berdiri)/RMOL

Nusantara

Jawab Kritikan, Direktur KPN: Survei Kami Bikin Lembaga 'ABS' Kebakaran Jenggot

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 | 21:05 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi salah satu yang menyita perhatian publik nasional. Pasalnya anak Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah dan Keponakan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati serta anak Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, Pilar Saga Ichsan ikut turun dalam kontestasi.

Beberapa waktu yang lalu, lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) melakukan rilis hasil survei elektabilitas para calon pilkada Tangsel Desember 2020 mendatang.

Dalam survei itu dikatakan bahwa golput diprediksi masih menduduki posisi tertinggi dengan 55 persen. Kemudian disusul pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ikhsan 17 persen, Siti Nur Azizah - Ruhamaben 15,2 persen dan Muhammad-Rahayu Saraswati 9,9 persen.


Dalam kurun waktu beberapa hari, hasil survei tersebut menimbulkan banyak pro kontra, terutama dari pihak para timses calon serta beberapa lembaga survei lainnya. Bahkan Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) ikut mengomentari hasil survei tersebut.

Direktur Eksekutif KPN, Adib Miftahul mengatakan bahwa dirinya menanggapi hal tersebut dengan santai dan cenderung senang.

Menurut Adib, hal ini membuktikan bahwa lembaganya mendapat atensi yang cukup tinggi di Tangerang Selatan.

"Saya santai saja, namun yang saya bingung justru pihak-pihak yang tidak hadir dalam acara, malah seolah kebakaran jenggot mengomentari materi secara sepotong-sepotong dan tendensius, salah pula lagi," ujar Adib kepada wartawan, Sabtu (8/8).

Adib mengatakan, dalam rilis tersebut telah disampaikan secara gamblang dan jelas terkait metode survei dan sebaran sample. Bahkan proporsional secara gender dan agama yang mengacu pada daftar pemilih tetap atau DPT juga ditampilkan.

"Saya bingung ada yang teriak-teriak minta data sebaran sample, padahal saat rilis sudah dijelaskan bahwa sebaran mencakup seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan. Kalau gitu, kenapa nggak minta data respondennya saja sekalian, ini kan konyol. Justru yang bicara itu, tidak paham tentang kode etik survei. Ini confidential sebab menyangkut keamanan dan privasi responden," terang Adib.

Adib mengatakan, saat ini banyak lembaga yang bersaing menawarkan diri sebagai konsultan pendamping para calon, dan hasil survei KPN mungkin dianggap menganggu survei internal mereka.

Seharusnya, tambah Adib, para calon-calon tersebut harus berterima kasih telah mendapat positioning real sebelum pendaftaran resmi digelar.

"Kita tahulah saat ini banyak Timses berkedok lembaga survei yang kerjanya 'ABS' (Asal Bandar Senang) sedang marak menjajakan dirinya sebagai konsultan pendamping. Karena biasanya oknum-oknum ini selalu memberikan janji surga seolah-olah calonnya kuat, padahal kenyataannya belum tentu demikian. Mungkin hasil survei kami, membuka kebobrokan itu, jadi wajar kalau ada yang sewot," kata Adib.

Dalam hasil survei itu, yang juga harus menjadi perhatian semua pihak adalah adanya potensi golput yang meningkat karena situasi Pandemi Covid-19.

Menurut Adib, ini merupakan tugas berat KPU Tangsel dan semua pihak untuk memperbesar partisipasi publik agar proses demokrasi berjalan sehat.

"Angka Golput yang 55 persen itu cukup tinggi lho. Itu mengalami peningkatan 10,1 persen dari Pilkada Tangsel sebelumnya. Nah, ini yang harus kita cari jalan keluar bersama, sebab di kondisi Covid-19 ini menjadikan tugas KPU semakin berat," tambahnya.

Lebih lanjut Adib mengatakan bahwa dirinya dan Tim KPN telah bersepakat untuk memberikan pandangan real bagi masyarakat terkait Pilkada serentak 2020, terutama di Kota Tangerang Selatan, walau mendapat banyak rintangan dari pihak-pihak yang merasa kepentingan politiknya terganggu.

"Bagi kami caci-maki bahkan ancaman itu hal biasa dalam perjuangan, kami akan terus hadirkan pandangan real bagi masyarakat, karena banyak juga respons positif masyarakat yang masuk ke kami. Jika masih ada yang mengangap kami tidak kredibel, silahkan saja itu hak mereka, kami jalan terus," tegas Adib.

Ketika ditanya tentang lembaga yang menjajakan diri sebagai tim sukses para calon, Adib mengatakan bahwa para calon tersebut harus jeli memilih konsultan dan jangan termakan hasil-hasil manipulatif yang 'ABS'.

"Hati-hati, sekelas Calon Presiden saja bisa kemakan mainan 'ABS' ini. Jadi, bagi para calon Pilkada Tangsel, agar lebih jeli memilih konsultan, jangan mudah termakan janji surga seolah-olah posisi anda tinggi padahal kenyataannya tidak," tutup Adib.

Diketahui sebelumnya KPN melakukan rilis survei Pilkada Tangsel yang dilakukan pada 17-24 Juli, menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 440 orang, sampling of error 4,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya