Berita

Mantan anggota Komisi Nasional HAM, Natalius Pigai/Net

Nusantara

Dua Fraksi Tolak LKPJ Costan Oktemka, Natalius Pigai: Semua Yang Saya Sampaikan Tidak Pernah Meleset

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 | 09:37 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Omongan mantan anggota Komisi Nasional HAM, Natalius Pigai terkait kinerja Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Costan Oktemka yang kurang beres terbukti.

Dua fraksi DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang telah menolak Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Costan Oktemka dalam sidang paripurna dewan membahas APBD Perubahan TA 2019.

Dua fraksi yang menolak LKPJ bupati adalah fraksi gabungan Partai Golkar, Partai Hanura dan PAN, dan fraksi gabungan Partai Gerindra, PBB, PKS dan PKB.


Salah satu alasan penolakan LKPJ adalah karena pembangunan Pegunungan Bintang tidak berjalan seperti yang diharapkan masyarakat. Tetapi dalam laporan yang ada, bupati sedang membangun. Diduga ada rekayasa. Ditambah, sang bupati tidak pernah hadir dalam sidang selama lima tahun. Selalu diwakilkan wakil atau sekda.

"Saya selalu bicara fakta. Semua yang saya bicara tidak pernah meleset, ada dasarnya," kata Natalius Pigai mengetahui penolakan dua fraksi atas LKPJ Bupati Costan Oktemka, Sabtu (8/8).

Dan saat ini, lanjut Natalius Pigai, Costan Oktemka mau maju sebagai calon tunggal dengan mencari dukungan semua partai. Padahal, Costan Oktemka sudah terbukti gagal.

"Selama dia pimpin, orang asli Pegunungan Bintang hanya empat orang kepala dinas (dari 22). Dan, pemerimaan CPNS, 85 persen (yang diterima) bukan orang asli Papua," ujar dia.

Agar tidak semakin jauh melenceng dan rakyat tidak dirugikan, Natalius Pigai berharap kepada Golkar agar memotori poros melawan petahana. Dan Nasdem, diminta tidak lagi mendukung Costan Oktemka.

"Sepertinya Golkar yang siap lawan incumbent. Nasdem mesti dukung kandidat lain untuk masa depan Papua yang lebih baik," tutup Natalius Pigai, aktivis HAM asal Papua itu.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya