Berita

Kondisi sesaat setelah ledakan dahsyat terjadi di Beirut, Lebanon/Net

Politik

Pimpinan Komisi I DPR: Semoga Allah Menguatkan Rakyat Lebanon

RABU, 05 AGUSTUS 2020 | 08:19 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Duka mendalam turut disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari atas ledakan hebat yang mengguncang kota Lebanon, Beirut pada Selasa (4/8). Ledakan ini telah membuat sedikitnya 73 orang meninggal dan lebih dari tiga ribu orang mengalami luka-luka.

"Saya sampaikan duka mendalam kepada seluruh korban ledakan dahsyat itu baik yang meninggal dunia maupun yang luka-luka, di saat pandemik seperti ini yang belum selesai, rakyat Lebanon harus merasakan musibah yang lain,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (5/8).

“Semoga Allah SWT menguatkan rakyat Lebanon,” sambung Kharis.


Anggota DPR RI dari Fraksi PKS ini  meminta kepada Kementerian Luar Negeri untuk segera mendata dan memastikan apakah ada korban WNI yang terdampak dalam ledakan tersebut dan segera memberikan pendampingan dan bantuan yang diperlukan.

“Berdasarkan data  Kemhan dan Kemlu di Lebanon, terdapat  1.234 TNI anggota kontingen Garuda yang bertugas menjaga demarkasi perbatasan Lebanon-Israel dan ratusan WNI yang bekerja di sana, semoga semua tidak ada di sekitar ledakan dan semoga sehat wal afiat,” urainya.

Selain itu, dia juga mendorong pemerintah memberikan bantuan sebagai negara sahabat atas musibah tersebut. Termasuk mendorong agar dilakukan investigasi menyeluruh dan serius karena eskalasi ledakan yang begitu besar.

Meskipun, Perdana Menteri Lebanon Yang Mulia Hassan Diab telah mengatakan bahwa ledakan dahsyat itu terjadi karena adanya 2.750 ton amonium nitrat, bahan untuk pupuk, dan peledak yang disimpan di gudang.

“Saya pikir dengan tetap menjunjung tinggi kedaulatan negara Lebanon, Indonesia harus mendorong dilakukan investigasi menyeluruh, jelas, dan terang sehingga dapat menjelaskan kepada masyarakat Libanon dan dunia” tutup Kharis.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya