Berita

Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin/Net

Politik

Survei Akurat Poll: 67,2 Persen Puas Kinerja Jokowi, Tapi Sebagian Besar Keluhkan Masalah Ekonomi

RABU, 05 AGUSTUS 2020 | 00:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo kembali dijadikan bahan survei untuk dinilai tingkat kepuasannya oleh publik.

Tepat diawal bulan Agustus ini lembaga survei Akurat Poll merilis hasil surveinya yang dilakukan pada 15-24 Juli 2020 kemarin dengan metode random sampling.

Dari 1.210 responden dengan kriteria usia 17 tahun ke atas atau sudah menikah, surveyor menanyakan tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah yang dibagi keempat kategori, yakni terhadap Presiden, Wakil Presiden, Kabinet Indonesia Maju, dan DPR.


Dari jawaban responden untuk tingkat kepuasan terhadap Jokowi, terdapat 9,2 persen responden mengaku puas. Sementara sisanya 58 persen cukup puas, 28 persen kurang puas, dan 2,4 persen tidak puas.

"Tingkat Kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden masih tergolong baik, yakni 67.2 persen (akumulasi puas dan cukup puas)," ujar Direktur Eksekutif Akurat Poll, Adlan Nawawi dalam pemaparannya secara virtual, Selasa (4/8).

Kemudian untuk jawaban responden terhadap Wakil Presiden Maruf Amin sebesar 47,5 persen mengaku sangat puas dan cukup puas. Tapi 46,9 Persen mengaku kurang puas dan sangat tidak puas.

Adapun jawaban untuk kinerja Kabinet Indonesia Maju, 50,2 persen responden menjawab sangat puas dan cukup puas. Sementara sisanya 39,3 persen menjawab kurang puas dan sangat tidak puas.

Untuk tingkat kepuasan responden dari kinerja Anggota DPR, tercatat sebanyak 40,2 persen respon sangat puas dan cukup puas. Sisanya, 45,9 persen responden menjawab kurang puas dan sangat tidak puas.

Meski hasil survei terhadap pemerintah cendrung positif, namun Akurat Poll menemukan jawaban yang bertolak belakang dari responden terkait permasalah pokok yang dialami masyarakat saat ini. Di mana hasilnya, 68,5 persen responden mengeluhkan 5 persoalan pokok yang terkait bidang perekonomian.

Jika dirinci dari total tersebut, 5 persoalan pokok itu antara lain dilontarkan 19,3 persen responden khusus terkait kondisi ekonomi yang makin suram. Kemudian sisanya ada 19,2 persen yang mengeluh susah mencari kerja, 12,3 persen mengeluh harga kebutuhan pokok mahal, 9,1 persen tmengeluh kondisi jalan yang rusak, dan 8,6 persen mengeluh kemiskinan.

"Masalah utama nasional ini. Tidak mengukur kepuasaan, hanya sebagai concern mereka," demikian Adlan Nawawi menambahkan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya