Berita

Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi/Net

Dunia

Resmi, Aung San Suu Kyi Akan Mencalonkan Diri Lagi

SELASA, 04 AGUSTUS 2020 | 15:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kepala Pemerintahan Myanmar, Aung San Suu Kyi telah mengumumkan niatnya secara resmi untuk kembali mencalonkan diri sebagai Penasihat Negara periode kedua.

Pengumuman tersebut ia sampaikan kepada sekitar 50 pendukungnya di pinggiran mantan ibukota Yangon pada Selasa (4/8).

Dari laporan Reuters, beberapa pendukungnya tampak mengenakan masker berwarna merah sebagai bentuk dukungan untuk Partai Liga Nasional Demokrasi (NLD) yang digawangi Suu Kyi.


"Bunda Suu, sehatlah," seru mereka.

Rencananya, pemilihan umum di Myanmar akan dilakukan pada November 2020. NLD akan menghadapi lawan utamanya, Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) yang didominasi oleh militer dan pensiunan pegawai negeri.

Setelah puluhan tahun dikuasai oleh junta militer, reformasi demokrasi Myanmar masih cukup rapuh. Sosok Suu Kyi yang telah mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian seakan menjadi angin segar.

Suu Kyi mengambil alih pemerintahan pada 2016, setelah pemilihan umum yang gagal. Namun, ia terpaksa berbagi kekuasaan dengan para jenderal. Hal itu kemudian yang membuat reputasinya dipertanyakan.

Pasalnya, ia dianggap telah diam dan mendukung kekerasan yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap minoritas muslim Rohingya di negara bagian Rakhine. Beberapa bahkan menyebut aksi tersebut sebagai tindakan genosida.

Sejak 2017, kekerasan militer di Rakhine membuat lebih dari 730 ribu Rohingya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh. Di sana mereka membentuk kamp-kamp pengungsi yang tidak layak huni.

Di hadapan dunia internasional, pada Januari, Suu Kyi mengakui adanya kejahatan perang yang dilakukan terhadap Rohingya, namun ia membantah jika terjadi genosida. Ia mengatakan para pengungsi telah melebih-lebihkan pelanggaran yang dilakukan militer.

Meski citra di dalam negerinya baik, reputasi Suu Kyi di mata dunia semakin merosot.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya