Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tak Rela TikTok Dibeli Microsoft, China Juluki AS 'Pencuri'

SELASA, 04 AGUSTUS 2020 | 12:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Donald Trump telah memberikan tenggat waktu hingga 15 September 2020 bagi perusahaan Amerika Serikat (AS) untuk membeli saham TikTok di sana. Jika tidak, aplikasi buatan China tersebut terpaksa ditendang dari negeri Paman Sam.

Menanggapi keputusan Trump tersebut, surat kabar pemerintah China Daily menyebut AS sebagai "pencuri" dalam sebuah editorialnya, melansir CNA, Selasa (4/8).

Surat kabar tersebut mengatakan, penindasan yang dilakukan AS terhadap perusahaan-perusahaan teknologi China merupakan konsekuensi dari prinsip "American first" yang dicanangkan Trump. Dengan begitu, Beijing tidak memiliki pilihan lain selain ikut menyerang dalam "pertempuran yang fana" tersebut.


"China memiliki banyak cara untuk merespons jika pemerintah AS melakukan penghancuran dan perebutan yang direncanakan," tambah China Daily.

Selain China Daily, surat kabar Partai Komunis China Global Times juga ikut mengkritik AS. Surat kabar tersebut mengatakan, perlakuan AS terhadap ByteDance dan Huawei Technologies, yang kini masuk daftar hitam perdagangan AS, menunjukkan upaya Washington untuk memisahkan ekonominya dari China.

Pada Senin (3/8), perusahaan teknologi raksasa AS, Microsoft, mengatakan pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan ByteDance, perusahaan pengembang TikTok, untuk melakukan negosiasi pembelian agar aplikasi tersebut bisa tetap berjalan di AS.

Sementara itu, pada akhir pekan, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, Trump akan mengambil tindakan segera terhadap perusahaan perangkat lunak dari China, terutama TikTok.

Menurut Pompeo, langkah Trump untuk menghentikan penggunaan TikTok di AS karena perusahaan tersebut menjadi mata-mata China dengan memberikan data mengenai orang Amerika kepada Partai Komunis China.
Sejauh ini, TikTok memiliki sekitar 800 juta total pengguna global. Sebanyak 150 juta di antaranya di AS.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya