Berita

Raja Mohammed VI dari Maroko/Net

Dunia

Awal Tahun Depan, Maroko Luncurkan Reformasi Kesejahteraan Sosial

SENIN, 03 AGUSTUS 2020 | 15:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Raja Mohammed VI sedang mempersiapkan sebuah proyek besar untuk mewujudkan visinya guna memperluas cakupan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Maroko.

Tepatnya mulai Januari 2021, proyek reformasi kesejahteraan sosial tersebut akan dilaksanakan secara bertahap selama lima tahun ke depan.

"Pertama-tama, rencana itu harus fokus pada generalisasi cakupan kesehatan wajib dan tunjangan keluarga. Kemudian beralih ke tunjangan pensiun dan pengangguran," ujar Sang Raja dalam pidato peringatan 21 tahun ia naik tahta di Tetouan pada Kamis (29/7).


Raja memperingatkan, rencana reformasi kesejahteraan sosial harus dilakukan secara matang. Sistem dan program perlindungan sosial harus ditingkatkan agar bisa tepat sasaran.

"Akses universal ke perlindungan sosial cakupan harus berfungsi sebagai pembangkit integrasi sektor informal ke dalam struktur ekonomi negara," jelasnya.

"Pemerintah harus menyelesaikan pembangunan, bersama dengan para aktor sosial terkait, dari pendekatan praktis dan komprehensif yang mencakup jadwal, kerangka kerja hukum, dan opsi pembiayaan yang diperlukan untuk mencapai perlindungan sosial universal yang efektif," imbuhnya.

Raja Mohammed VI juga mengatakan, semua yang bertanggung jawab atas proyek tersebut harus menggarisbawahi tujuan inisiatif tersebut diluncurkan. Di antaranya adalah mempromosikan pembangunan dan pencapaian keadilan sosial dan antardaerah dengan memastikan perlindungan sosial bagi semua orang Maroko.

"Untuk mencapai tujuan ini, kita harus menegakkan tata pemerintahan yang baik, yang didasarkan pada dialog sosial yang konstruktif dan pada prinsip-prinsip integritas, transparansi dan keadilan, dan memastikan bahwa segala penyimpangan atau eksploitasi proyek sosial yang tinggi ini untuk keuntungan politik dihindari," imbaunya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya