Berita

Aksi Pegiat Pariwisata Bandung (P3B) di depan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung/RMOLJabar

Nusantara

Mengaku Dapat Rekomendasi DPRD, Pegiat Pariwisata Bandung Heran Pemkot Belum Kunjung Buka Hiburan Malam

SENIN, 03 AGUSTUS 2020 | 15:39 WIB

Ratusan pekerja hiburan malam yang tergabung dalam perkumpulan Pegiat Pariwisata Bandung (P3B) melakukan aksi damai di depan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jalan Wastukencana, Senin (3/8).

Mereka menuntut Walikota Bandung untuk segera membuka kembali tempat hiburan malam di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pandemik Covid-19.

Dalam pantauan Kantor Berita RMOLJabar di lokasi, massa aksi juga membawa embel-embel tulisan. Di antaranya ‘Dunia Butuh Hiburan dan hiburan butuh kerja’, ‘Ga Sanggup Bayar Kosan, Kami Diusir!’, ‘Buka Kembali Tempat Kerja Kami, Jangan Banyak Alasan!’, ‘Kangen Gajian’.


“Pagi ini kami mengadakan aksi damai di balaikota tidak bukan dan tidak lain menyampaikan aspirasi. Prosesnya sudah panjang, kita sudah audensi dan Pemkot melakukan peninjauan, kita siap menerapkan protokol kesehatan. Tapi kok lama sekali sampai sekarang belum buka,” ungkap Ketua Perkumpulan Pegiat Pariwisata Bandung (P3B), Rully Pangabean, di Balaikota Bandung, Jalan Wastukencana.

Rully mengatakan, yang menjadi pemicu geramnya para pekerja hiburan di Kota Bandung karena di beberapa kota seperti Cirebon dan Bekasi tempat hiburan malam sudah dibuka.

“Kok ada tempat yang lain dibuka tidak ada tindakan, sementara kami dan para pekerja sudah enggak kuat lagi,” ucapnya.

Para pemilik tempat hiburan dan para pekerja, lanjut Rully, sudah tidak bisa menunggu. Pihaknya meminta agar pemerintah segera mencari solusi yang tepat bagi para pelaku industri hiburan malam.

“Kalau memang tidak bisa dibuka kasih bansos (para pekerja), saya juga nggak tahan pegawai minta kasbon. Mohon dimengerti ini bukan sesuatu yang nantang jago. Tuntutannya buka dan kapan dibuka,” tegas Rully.

Lebih lanjut Rully menyebut pihaknya juga sudah beraudiensi dengan DPRD Kota Bandung dan sudah memberikan rekomendasi agar dibuka.

“Apa alasan belum dibuka? Nah itu saya enggak paham, kami ke dewan sudah memberikan rekomendasi tapi belum dibuka juga,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Budaya Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengungkapkan, P3B ingin melakukan komunikasi dengan Pemkot.

“Maka kami terima dulu, kita juga harus memperhatikan kesehatan warga lain. Tapi, bukan berarti kita tidak peduli dengan pekerja hiburan malam. Terlebih Pemkot sudah meninjau 80 lokasi hiburan malam,” jelas Kenny.

Menurutnya, rata-rata tempat hiburan sudah siap menerapkan protokol kesehatan. Namun, harus ada jaminan tidak akan ada klaster baru. Terlebih, beberapa waktu lalu muncul kasus baru yakni klaster Secapa AD kemudian disusul kasus 40 positif Covid-19 di Gedung Sate hingga dilakukan karantina.

“Kami akui tempat hiburan ini menyumbang kontribusi PAD yang cukup besar yakni sekitar 35 persen. Namun, lagi-lagi kami juga harus memikirkan bagaimana keamanannya, apalagi P3B sendiri sudah menyatakan siap menegakan protokol kesehatan yang diharuskan,” tutupnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya