Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Politik

Iwan Sumule: Ngeluh Lagi, Ngeluh Lagi, Mundurlah!

SENIN, 03 AGUSTUS 2020 | 14:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sikap Presiden Joko Widodo yang dari rapat ke rapat hanya mengeluhkan kinerja anak buahnya dikritisi tajam oleh Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule.

“Ngeluh lagi. Ngeluh lagi,” begitu sindir Iwan Sumule yang kesal dengan sikap monoton dari Jokowi dalam menangani Covid-19, kepada redaksi, Senin (3/8).

Keluhan Jokowi itu berkaitan dengan realisasi anggaran corona yang baru terserap 20 persen dari total Rp 695 triliun yang disediakan untuk stimulus penanganan corona. Artinya, baru Rp 141 triliun yang teralisasi. Bagi Jokowi angka ini terlalu kecil.


Sementara Iwan Sumule menilai wajar dana corona tidak terserap dengan baik. Sebab, dana tersebut memang nyatanya tidak wujud. Menurutnya, keberadaan dana itu sebatas koar-koar pemerintah.

Koar-koar yang sama sempat dipertunjukkan Presiden Jokowi saat menyebut di kantongnya ada Rp 11 ribu triliun data tentang nilai aset sejumlah WNI secara perorangan atau kelompok di luar negeri. Namun hingga kini uang tersebut tidak pernah terbukti masuk ke tanah air.

“Jadi apanya yang mau diserap kalau uangnya tidak ada? Rp 11 ribu triliun itu kan hanya prank,” tuturnya.

Terlepas dari itu, Iwan Sumule mengingatkan Jokowi bahwa tanda sebuah roda pemerintahan tidak bergerak adalah serapan anggaran yang minim. Artinya, tidak ada program dari pemerintah yang terealisasi ke publik.

Singkatnya, Iwan Sumule menekankan bahwa perbaikan dalam penanganan Covid-19 di era Presiden Jokowi akan semakin jauh dari kata berhasil. Sehingga, dia meminta Jokowi untuk legowo mengundurkan diri.

“Minim serapan anggaran menunjukan tidak ada uang dan juga program tak jalan. Jelas tak akan ada perbaikan. Pak Jokowi, mundurlah,” tutupnya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya