Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net
Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) periode 2020-2024 akan tetap digelar pada 3 November 2020. Demikian kepastian yang disampaikan oleh Kepala Staf Gedung Putih, Mark Meadows pada Minggu (2/8).
"Kami akan mengadakan pemilihan pada 3 November dan presiden akan menang," ujar Meadows saat diwawancarai CBS seperti dikutip Reuters.
Penasihat kampanye kepresidenan, Jason Miller juga menggemakan pernyataan yang sama dengan Meadows.
"Pemilihan akan dilakukan pada 3 November. Presiden (Donald) Trump menginginkan pemilihan dilakukan pada 3 November," tekannya berulang.
Kepastian tersebut merupakan tanggapan dari kontroversi usulan Trump untuk menunda pemilihan.
Dalam sebuah cuitannya pada Kamis (30/7), Trump menyarankan untuk menunda pemilihan karena situasi wabah Covid-19 dan banyaknya kecurangan yang akan terjadi.
Namun usulan tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh Partai Demokrat dan partainya sendiri, Republik di Kongres. Bahkan mereka mengatakan Trump tidak memiliki wewenang untuk mengubah jadwal pemilihan.
Gubernur Republik Asa Hutchinson mengatakan kepada
CNN pada Minggu bahwa pemilihan harus diadakan tepat waktu dan terserah negara untuk memastikan pemungutan suara dilaksanakan dengan benar.
"Ini tidak membantu bagi presiden untuk berpikir keras dalam mode publik dan mengungkapkan beberapa frustrasi," tambahnya.
Para kritikus sendiri enggan mengaitkan usulan penundaan pemilihan dari Trump untuk mengalihkan publik dari dampak Covid-19.
Selama ini, Trump mengaku tidak percaya dengan sistem pemungutan suara melalui surat. Menurutnya, hal tersebut dapat menciptakan kecurangan yang besar. Untuk itu, Meadows mengatakan, surat suara harus ditangani dengan benar.
Di tengah pandemik Covid-19, pemungutan suara melalui surat tampaknya akan melonjak secara signifikan. Otoritas pemilihan negara bagian juga bekerja untuk memastikan puluhan juta surat suara diterima para pemilih pada waktunya dan dikembalikan sesuai jadwal untuk dihitung.