Berita

Sabah, wilayah sengketa antara Malaysia dan Filipina/Net

Dunia

Bermula Dari Bantuan AS, Filipina Dan Malaysia Nyalakan Kembali Sengketa Sabah

MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 | 14:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Filipina dan Malaysia kembali berselisih mengenai sengketa wilayah di Sabah. Perselisihan sendiri bermula dari bantuan alat-alat kebersihan yang diberikan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Manila.

Beberapa waktu lalu, Kedutaan Besar AS di Manila mencuit telah memberikan sumbangan bantuan alat-alat kebersihan bagi warga Filipina yang pulang dari Sabah, negara bagian Malaysia.

Menanggapi cuitan tersebut, Menteri Luar Negeri Filipina, Teddy Locsin dalam akun Twitter-nya pada Senin (27/8) mengatakan, kedutaan tersebut harus mengklarifikasi cuitan tersebut.


"Anda lebih baik pengedit pengumuman tersebut jika Anda tahu apa yang baik. Sabah tidak di Malaysia," ujar Locsin seperti dikutip Nikkei Asian Review, Sabtu (1/8).

Malaysia pun segera bereaksi. Dua hari kemudian, Rabu (29/7), Menteri Luar Negeri Hishammuddin Hussein mengatakan akan memanggil Dutabesar Filipina untuk menjelaskan cuitan Locsin.

"Ini adalah pernyataan tidak bertanggung jawab yang mempengaruhi hubungan bilateral," cuit Hishammuddin.

Gayung pun bersambut. Pada Kamis (30/7), Locsin mengatakan akan memanggil Dutabesar Malaysia.

"Mereka selalu berusaha menyelinap dalam upaya untuk secara implisit meninggalkan klaim kami," tulis Locsin.

Perseteruan tersebut kemudian berlanjut. Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte pun menyampaikan tanggapannya atas sengketa wilayah, termasuk di Laut China Selatan.

Sabah adalah wilayah yang terletak di ujung timur laut Kalimantan, sekitar 500 km dari Filipina. Meskipun Malaysia menguasai wilayah tersebut, Filipina telah mengklaim Sabah sejak 1961 sebagai hadiah dari Sultan Brunei kepada Sultan Sulu, sekarang menjadi wilayah Filipina.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya