Berita

Perdana Menteri Brasil, Jair Bolsonaro/Net

Dunia

Usai Didenda Mahkamah Agung Brasil, Facebook Hapus 12 Akun Pendukung Presiden Jair Bolsonaro Secara Global

MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 | 12:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah didenda oleh Mahkamah Agung, Facebook akhirnya menghapus sejumlah akun yang dikendalikan oleh para pendukung Presiden Brasil, Jair Bolsonaro secara global.

Menurut penuturan jurubicara Facebook pada Sabtu (1/8), permintaan Mahkamah Agung merupakan langkah ekstrem yang mengancam kebebasan berekspresi di luar yurisdiksi Brasil. Namun pihaknya telah menyetujui keputusan tersebut.

"Mengingat ancaman pertanggungjawaban pidana kepada karyawan lokal, pada titik ini kami tidak melihat alternatif lain selain mematuhi keputusan dengan memblokir akun secara global, sementara kami mengajukan banding ke Mahkamah Agung," ujar jurubicara tersebut seperti dikutip Reuters.


Pada Kamis (30/7) Hakim Alexandre de Moraes telah memutuskan bahwa Facebook dan Twitter telah gagal mematuhi perintah untuk memblokir akun-akun tersebut. Pasalnya walaupun sudah dihapus di Brasil, akun-akun tersebut masih bisa diakses dengan alamat IP asing.

Sehari setelahnya, Jumat (31/8), de Moraes memutuskan, Facebook harus membayar denda sebesar 367.710 dolar AS karena tidak mengikuti keputusan MA. Selain itu, ia juga memberikan peringatan akan memberikan denda harian jika platform media sosial tersebut tidak memblokir akun yang dipermasalahkan secara global.

Sebelum denda diumumkan, Facebook mengatakan pihaknya akan mengajukan banding atas keputusan tersebut. Jaringan media sosial terbesar di dunia  itu mengatakan mereka menghormati hukum negara tempat ia beroperasi, tetapi hukum Brasil harus mengakui batas-batas yurisdiksinya.

Sementara itu, tidak jelas apakah Twitter akan menghadapi denda yang sama.

Pada Mei, hakim memutuskan memerintahkan dua perusahaan jejaring sosial tersebut untuk menghapus 16 akun Twitter dan 12 akun Facebook pendukung Bolsonaro yang terkait dengan penyelidikan penyebaran berita palsu selama pemilihan umum 2018 di Brasil.

Akun-akun tersebut diblokir dengan tuduhan telah melanggar undang-undang ujaran kebencian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya