Berita

Emirates Nuclear Energy Corporation (ENEC)/Net

Dunia

Proyek Ambisius Listrik Tenaga Nuklir Pertama UEA Memulai Operasi Tahap Pertama

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 | 22:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emirates Nuclear Energy Corporation (ENEC) mengonfirmasi bahwa Uni Emirat Arab (UEA) telah memulai operasinya pada unit pembangkit listrik tenaga nuklirnya yang pertama pada Sabtu (1/8).

Ini adalah pencapaian bersejarah yang merupakan keberhasilan Perusahaan Energi Nawa yang berafiliasi dengan korporasi dan bertanggung jawab untuk mengoperasikan dan memelihara stasiun energi nuklir damai Baraka.

Pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di Abu Dhabi yang juga menjadi produsen minyak utama, sedang dibangun oleh Korea Electric Power Corporation (KEPCO). Semula, pabrik ini dijadwalkan dibuka pada tahun 2017, tetapi start-up reaktor pertamanya berulang kali tertunda.


ENEC mengatakan, anak perusahaannya Nawah Energy Company telah berhasil memulai Unit 1 dari Pabrik Energi Nuklir Barakah, yang terletak di Wilayah Al Dhafrah di Abu Dhabi.

Kepala eksekutif ENEC Mohamed Ibrahim al-Hammadi, mengatakan semua ini adalah kemajuan dalam mencapai tujuan untuk pemenuhan kebutuhan listrik.

“Kami sekarang selangkah lebih dekat untuk mencapai tujuan kami memasok hingga seperempat dari kebutuhan listrik negara kami dan memberi daya pada pertumbuhannya di masa depan dengan listrik yang aman, andal, dan bebas emisi,” kata al-Hammadi, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (1/8).

"Kami menghargai dukungan terus-menerus dari YM Pimpinan, hingga kami bisa mencapai prestasi luar biasa ini, di samping dukungan dari mitra kami di negara bagian dan mitra Korea kami, dan kami juga menyampaikan ucapan selamat kepada semua yang berkontribusi dalam pencapaian ini dan untuk program nuklir damai UEA secara umum."

Penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, menulis di Twitter bahwa bahan bakar nuklir telah dimuat ke dalam yang pertama dari empat unit reaktor yang disebutnya sebagai reaktor energi nuklir damai pertama di dunia Arab.

Otoritas Federal untuk Peraturan Nuklir (FANR), yang mengeluarkan izin pengoperasian pabrik pada Februari lalu, mengatakan bahwa Nawah Energy telah memenuhi semua persyaratan peraturan untuk memulai operasi, setelah inspeksi dan pengawasan rutin untuk memastikan keselamatan instalasi.

Ketika selesai, Barakah akan memiliki empat reaktor dengan kapasitas 5.600 megawatt (MW). UAE belum mengungkapkan total investasi yang direncanakan dalam proyek tersebut.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya