Berita

Perwira Angkatan Laut memajang ganja yang dikompres yang disita di distrik That Phanom di Nakhon Phanom/Net

Dunia

Kepolisian Thailand Berhasil Menggagalkan Penyelundupan 220 Kilogram Ganja Kualitas Super

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 | 22:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Polisi Thailand berhasil menghentikan penyelundupan 220 kilogram ganja kering siap edar di wilayah Nakhon Phanom. Turut pula diamankan dua orang penyelundup dalam operasi tersebut.

Penangkapan dilakukan setelah pihak berwenang menerima informasi bahwa geng narkoba berencana untuk menyelundupkan ganja dari Laos ke Nakhon Phanom melalui distrik That Phanom pada Jumat malam.

Menurut polisi, dua orang yang ditangkap itu mengatakan bahwa mereka terpaksa melakukan penyelundupan karena membutuhkan uang setelah wabah Covid-19 membuat mereka menganggur, seperti dikutip dari Bangkok Post, Sabtu (1/8).


Sebuah patroli angkatan laut melihat dua kendaraan yang dicurigai bepergian di sepanjang rute dan menghentikan mereka di persimpangan Don Sawan. Ketika mereka memeriksa mobil, mereka menemukan 220 batang ganja yang dibungkus rapi dan dimasukkan ke dalam lima karung.

Komandan unit angkatan laut di Nakhon Phanom, Kapten Surasak Suwankesa mengatakan pihaknya telah menyita dua mobil yang digunakan untuk mengangkut barang haram tersebut.

Pihak berwenang mengatakan, ganja yang disita itu bermutu tinggi dengan harga antara 25 hingga 30.000 baht (sekitar 959 dolar AS) per kilogram.

Selama interogasi, kedua tersangka mengakui bahwa obat-obatan itu telah diselundupkan melintasi Sungai Mekong dari Laos dengan kapal ekor panjang. Mereka telah disewa seharga 20.000 baht untuk membawa ganja ke Ubon Ratchathani, tempat sekelompok kurir lain akan mengambilnya.

Khamdaeng Chanhom (47) dan Phon Joralee (48) keduanya berasal dari Ubon Ratchathani telah ditahan sementara menunggu tindakan hukum lebih lanjut. Polisi mengatakan pasangan itu mengklaim bahwa mereka menjadi pengangguran selama wabah Covid-19 dan tidak punya pilihan selain menjadi kurir obat-obatan terlarang.

Pihak berwenang mengatakan mereka akan memperluas penyelidikan untuk menemukan orang lain yang terlibat, mencatat bahwa penyelundupan ganja tampaknya telah meningkat. Selama dua bulan terakhir, lebih dari dua ton ganja telah disita di Nakhon Phanom. Tahun lalu, sekitar 8 ton mariyuana disita di provinsi timur laut.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya