Berita

Politisi PDIP Adian Napitupulu/Net

Politik

Berkaca PHK Di BUMN, Adian Napitupulu Ragu Erick Thohir Bisa Tuntaskan Target Jokowi

JUMAT, 31 JULI 2020 | 14:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden Joko Widodo tegas memberi target pada jajarannya agar pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2020 positif. Bahkan Jokowi sempat menyebut dirinya tidak akan tahu lagi apa yang akan dilakukan jika target itu tidak tercapai.

Beban itu tentu akan bertumpu kepada Menteri BUMN Erick Thohir. Ini mengingat Erick Thohir kini menjabat sebagai ketua pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Namun demikian, politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu mengaku ragu Erick bisa menyelesaikan target Jokowi tersebut.


“Presiden saat ini masih memberi kesempatan bagi Erick, namun sepertinya kesempatan itu akan kembali bermuara pada kegagalan,” ujar aktivis 98 itu kepada wartawan, Jumat (31/7).

Keraguan itu didasarkan pada kegagalan Erick Thohir dalam mewujudkan apa yang diucapnya sendiri. Pada 3 April lalu, kata Adian, Erick Thohir mengultimatum agat tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) di BUMN. Faktanya, PHK dan merumahkan pegawai di BUMN tetap terjadi.

“Sejak Febuari 2020 hingga Juli 2020, BUMN telah melakukan PHK dan merumahkan karyawan sejumlah 3.225 orang di 9 BUMN yang datanya dipublikasikan,” beber sekjen Pena 98 itu.

Anggota Komisi VII DPR ini yakin angka itu bisa melonjak lebih tinggi jika data dari 1.200 BUMN ikut dipublikasikan. Seandainya satu BUMN menyumpang 100 pegawai hingga akhir tahun, maka bisa jadi jumlah PHK mencapai 120 ribu orang.

Terlepas dari masalah BUMN, Adian juga menyorot mengenai data terakhir PHK yang mencapai 6,5 juta orang per Juli 2020. Di satu sisi, ILO mencatat ada 70 persen UMKM yang telah ditutup.

“Jika berdasarkan data UMKM versi Kementerian Koperasi dan UMKM tahun 2016/2017 ada sejumlah 62.922.617 unit usaha, maka jumlah pekerja yang kehilangan mata pencaharian bisa mencapai 44.045.831 unit usaha,” terangnya.

Atas alasan itu, Adian menyarankan Presiden Joko Widodo untuk tidak ragu mencopot menteri yang lembek dan mengganti dengan menteri double gardan yang bisa terus melaju di situasi sulit.

Baca: Adian Sarankan Jokowi Cari Menteri Double Gardan, Jangan Yang Kena Lumpur Langsung Macet

“Ketika ada Reshuffle maka presiden perlu mengganti menterinya dengan menteri double gardan agar target ekonomi tidak minus berhasil,” tutupnya.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Melangkah Penuh Harapan, Pertamina Jaga Kesiapan Pasokan Jelang Idulfitri

Rabu, 04 Maret 2026 | 20:10

Cerita Tobat Mantan Penambang Ilegal Pongkor

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:59

KPK: Tidak Ada Informasi Fadia Arafiq Ditangkap saat Bersama Gubernur Jateng

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:43

Antisipasi Perang Dunia, AHY Ajak Perkuat Soliditas Hadapi Skenario Terburuk

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:40

Tips Mudik Aman dan Nyaman Tanpa Khawatirkan Rumah Kosong

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:17

Presiden Prabowo Batal Hadir Bukber Partai Demokrat

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:09

Tak Benar MBG Ganggu Anggaran Pendidikan

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:02

Sudah Dibuka, Ini Cara Daftar Mudik Gratis 2026 Pertamina

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:53

Spesifikasi Xiaomi 17 dan Daftar Harganya di Indonesia

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:38

Gubernur Jateng Bantah Bersama Bupati Pekalongan saat OTT KPK

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:33

Selengkapnya