Berita

Ketua Bidang Hukum dan Kebijakan Publik PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nova Andika/Net

Politik

Bamusi Ingin Penempatan 7 Ribu Direksi Dan Komisaris BUMN Tidak Lagi Tertutup

KAMIS, 30 JULI 2020 | 12:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pandemik Covid-19 telah berdampak ke masalah keselamatan nyawa penduduk, resesi ekonomi, kelaparan, kemiskinan, dan pemutusan hubungan kerja (PHK) 3 juta pekerja. Untuk itu, Badan Usaha Milik Negara harus diorientasikan pada penganggulangan krisis ekonomi nasional, dengan cara BUMN wajib diarahkan pada orientasi profit.

Begitu terang Ketua Bidang Hukum dan Kebijakan Publik PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nova Andika dalam Zoominar yang digelar Aliansi Kerja Aspirasi Rakyat (AKAR) bertajuk “Rangkap Jabatan BUMN: Di Mana Keadilan Sosial Bagi Seluruh Relawan Jokowi” Rabu (29/7).

Menurutnya, BUMN berorientasi profit mengharuskan adanya personel yang profesional dan akuntabel. Artinya, penempatan 7 ribu jabatan direksi dan komisaris harus transparan dan mengedepankan sistem meritokrasi. Selain itu, proses rekrutmen juga harus dilakukan secara terbuka.


Nova Andika mencatat, hampir 200 BUMN di Indonesia selama ini posisi strategisnya diisi dengan seleksi dan rekrutmen tertutup, BUMN diisi oleh SDM yang tidak mumpuni, malpraktik titipan elite politik, sapi perah kepentingan kelompok tertentu, dan tidak berorientasi profit.

“Bahkan baru-baru ini ada 5 pejabat BUMN bidang konstruksi yang ditangkap KPK RI dalam kasus subkontraktor fiktif yang merugikan negara Rp 202 miliar. Selain itu, ada beberapa BUMN bidang pertanian dan perkebunan yang terlilit utang atau bangkrut hingga menjual aset-aset berharganya,” urai Nova Andika.

Sementara mengenai rangkap jabatan di BUMN, Nova Andika menyebut bahwa hal itu jelas-jelas merupakan bentuk pelanggaran terhadap UU ASN, UU Anti Korupsi, Nawacita, Program Reformasi Birokrasi Nasional, dan sila kelima Pancasila.

“Jadi bagi pejabat ASN yang sudah melakukan rangkap jabatan agar segera mengundurkan diri dari posisinya di BUMN,” harapnya.

Lebih lanjut, Nova Andika kembali menekankan agar ada reorientasi BUMN, yaitu fokus pada profit dan penanggulangan kemiskinan dampak pandemik Covid-19, dengan proses rekrutmen dan seleksi terbuka, transparan dan mengedepankan merit sistem.

“Selanjutnya menyisir dan mengevaluasi personel-personel yang telah menempati jabatan-jabatan komisaris dan direksi di tiap BUMN serta mengeluarkannya segera dan menggantinya dengan SDM profesional melalui proses yang prudent dan akuntabel,” tutupnya.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Melangkah Penuh Harapan, Pertamina Jaga Kesiapan Pasokan Jelang Idulfitri

Rabu, 04 Maret 2026 | 20:10

Cerita Tobat Mantan Penambang Ilegal Pongkor

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:59

KPK: Tidak Ada Informasi Fadia Arafiq Ditangkap saat Bersama Gubernur Jateng

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:43

Antisipasi Perang Dunia, AHY Ajak Perkuat Soliditas Hadapi Skenario Terburuk

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:40

Tips Mudik Aman dan Nyaman Tanpa Khawatirkan Rumah Kosong

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:17

Presiden Prabowo Batal Hadir Bukber Partai Demokrat

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:09

Tak Benar MBG Ganggu Anggaran Pendidikan

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:02

Sudah Dibuka, Ini Cara Daftar Mudik Gratis 2026 Pertamina

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:53

Spesifikasi Xiaomi 17 dan Daftar Harganya di Indonesia

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:38

Gubernur Jateng Bantah Bersama Bupati Pekalongan saat OTT KPK

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:33

Selengkapnya