Berita

Mantan Menteri BUMN, Rini Soemarno/Net

Hukum

Kejaksaan Agung Tak Kunjung Hadirkan Rini Soemarno Di Sidang Jiwasraya, Ada Apa?

RABU, 29 JULI 2020 | 14:48 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Rencana pemanggilan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno untuk dimintai keterangan terkait kasus PT Asuransi Jiwasraya hingga kini belum direalisasi Kejaksaan Agung.

Padahal, keterangan menteri yang menjabat di periode pertama Presiden Joko Widodo tersebut dinilai penting guna mendapat keterangan yang jelas terkait kasus Jiwasraya.

“Saya jadi bertanya-tanya, ada apa dengan Kejagung? Kok enggak berani panggil Rini, jangan sampai ada kongkalikong," ujar pengamat ekonomi Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng kepada wartawan, Rabu (29/7).


Pada kesempatan sebelumnya, Kejagung membuka peluang untuk memanggil sejumlah pihak sebagai saksi, salah satu nama yang mencuat adalah Rini Soemarno. Namun hingga dua bulan persidangan, rencana pemanggilan tersebut tak kunjung dilakukan.

“Rini ini sangat kebal ya sampai-sampai tak tersentuh hukum,” tegasnya.

Padahal, keterangan Rini dinilai penting untuk mengungkap kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya. Terlebih kasus tersebut mencuat beberapa hari sebelum lengsernya Rini Soemarno.

“Saya kira, demi persamaan di muka hukum, Rini harus diperiksa. Kejaksaan enggak perlu lindungi si Rini ini,” jelasnya.

Kehadirannya di persidangan juga penting untuk meluruskan anggapan selama ini yang menyebut ada dugaan keterlibatan sosok yang juga pernah duduk sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan di Kabinet Gotong Royong.

“Tiga hari sebelum angkat kaki dari BUMN, dia bikin laporan. Saya melihat ada sesuatu di balik laporan Rini Soemarno. Jadi seolah-olah dia pahlawan, padahal dia mewariskan banyak nasalah,” terangnya.

Baginya, mustahil sebagai seorang menteri tidak tahu mengenai apa yang dilakukan Jiwasraya. Terlebih, kasus dugaan korupsi Jiwasraya nilainya cukup fantastis, yakni Rp 16,8 triliun.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya