Berita

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Terjerat Perangkap Ekonomi, Erdogan Terpaksa Ekstradisi Warga Uighur Ke China

RABU, 29 JULI 2020 | 10:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dalam beberapa waktu terakhir, komitmen Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk membela warga Uighur dipertanyakan. Lantaran Turki memungkinkan adanya ekstradisi warga Uighur yang berada di sana kembali ke China.

Sebuah laporan dari Telegraph mengungkap, Turki memiliki cara tersendiri untuk mengekstradisi warga Uighur. Lantaran, pada 2017, Turki dan China sudah menandatangani rancangan perjanjian ekstradisi. Namun parlemen Turki belum meratifikasinya.

Proses ekstradisi dimulai ketika pihak berwenang mengidentifikasi warga Uighur. Kemudian, warga Uighur dikirim ke negara ketiga yang sudah memiliki perjanjian ekstradisi dengan China.


Negara ketiga tersebut biasanya adalah Tajikistan yang mudah memberikan izin ekstradisi pada pemerintah China.

Melansir WION News, seorang aktivis Uighur di Istanbul, Arslan Hidayat mengungkap bagaimana upaya China untuk ekstradisi warga Uighur yang berdiaspora.

Hidayat mengatakan, China berusaha untuk memulangkan warga Uighur karena khawatir mereka bisa mengekspos penindasan yang dilakukan oleh para 'diktator' di sana.

Salah satu contohnya ketika Beijing mengirim permintaan ekstradiri seorang warga Uighur bernama Enver Turdi kepada pemerintah Turki.

Turdi diketahui telah berbagi informasi mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh pejabat pemerintah China dengan media Barat. Pada 2015, Kedutaan Besar China di Turki enggan mengeluarkan paspor Turdi yang membuatnya sulit memperbarui izin tinggal di Turki. Dua tahun kemudian, Turdi ditempatkan di fasilitas deportasi dan diinterogasi oleh otoritas Turki.

Turki merupakan negara yang memiliki warga Uighur paling banyak di luar China. Berdasarkan sebuah perkiraan, ada sekitar 50 ribu warga Uighur yang telah mencari perlindungan di Turki.

Perubahan kebijakan Erdogan terhadap warga Uighur sendiri diperkirakan terjadi karena semakin bergantungnya Turki pada China dalam bidang ekonomi.

Pada 2010, Turki dan China menandatangani delapan pakta koperasi strategis yang bisa meningkatkan volume perdagangan tahunan mereka menjadi 100 miliar dolar AS pada tahun ini.

Kemudian tahun lalu, bank sentral China memberikan suntikan yang tunai sebesar 1 miliar dolar AS untuk ekonomi Turki melalui bank-bank yang kesulitan menerima dana.

China juga diketahui menyetujui paket senilai 3,6 miliar dolar AS untuk sektor energi Turki.

Dengan kondisi tersebut, Erdogan tentu mengalami dilema yang berat. Pasalnya, ekonomi Turki saat ini sedang diguncang. Bahkan sebelum pandemik Covid-19, ekonomi Turki diprediksi mengalami kemunduran.

Perubahan kebijakan Erdogan pada mulanya terlihat ketika ia melakukan kunjungan ke Beijing pada Juli 2019. Pada saat itu, Erdogan mengatakan, kondisi warga Uighur di Xinjiang baik-baik saja. Erdogan bahkan menyebut mereka bahagia.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya