Berita

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin/Net

Politik

Prediksi BIN Kejadian, Pengamat: Pemerintah Sibuk Urus Ekonomi, Rakyat Jadi Korban!

SELASA, 28 JULI 2020 | 15:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kasus positif virus corona baru alias Covid-19 di Indonesia kini sudah tembus di angka seratus ribu lebih.

Badan Intelijen Negara (BIN) sebelumnya sudah memprediksi hal tersebut dengan menyebut Juni dan Juli sebagai puncak corona di tanah air. Data kemarin, konfirmasi positif mencapai 100.303 kasus.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan, alangkah baiknya jika Indonesia sedia payung sebelum hujan.


"Ketika BIN memprediksi dan menganalisa terkait corona yang bisa tembus 100 ribu orang, harusnya pemerintah gunakan data tersebut untuk melakukan langkah-langkah antisipatif," ujarnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (28/7).

Menurut Ujang, pemerintah saat ini lebih sibuk dengan urusan ekonomi ketimbang kesehatan. Akibatnya kesehatan masyarakat pun jadi terabaikan.

"Faktanya yang terinfeksi sudah tembus 100 ribu orang. Ini yang terdata. Mungkin masih banyak lagi yang belum terdata. Karena masih banyak masyarakat yang belum test rapid," sambungnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu menegaskan, pemerintah harus tetap memprioritaskan masalah kesehatan agar masyarakat yang terinfeksi tidak terus bertambah.

"Sekarang sudah kejadian. Sudah banyak yang terpapar corona. Maka baik kesehatan maupun ekonomi harus berjalan bersama-sama. Harus seiring dan sejalan. Tapi Kesehatan jangan dinomorduakan karena yang jadi korban adalah rakyat. Sekali lagi, rakyat," tegas Ujang.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya