Berita

Struktur panitia pemugaran Vihara Dharma Bahakti/Repro

Nusantara

Lieus Sungkharisma Prihatin Almarhum Sudono Salim Jadi Dewan Kehormatan Pemugaran Wihara Dharma Bhakti

SABTU, 25 JULI 2020 | 22:37 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Mantan Ketua Umum Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi), Lieus Sungkharisma, menyesalkan panitia pemugaran Wihara Dharma Bahakti di kawasan Petak Sembilan Jakarta Barat, yang mendudukkan almarhum Liem Sioe Liong atau Sudono Salim di Dewan Kehormatan.

“Padahal masih banyak tokoh agama Buddha yang masih hidup dan pantas duduk di kepanitian pemugaran Vihara tertua di Jakarta itu,” ujar Lieus pada Wartawan, Sabtu (25/7).

Menurut Lieus, pasca mengalami musibah kebakaran pada 2 Maret 2015, sejumlah pihak kemudian mengupayakan pemugaran Vihara Dharma Bhakti di Kawasan Petak Sembilan, Taman Sari, Jakarta Barat tersebut.


Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bahkan menyokong sepenuhnya upaya pemugaran itu.

 Susunan personalia di kepanitian pemugaran Vihara itulah yang kemudian disesalkan Lieus. Pasalnya ada sejumlah tokoh penting agama Buddha yang justru tidak dilibatkan.

“Sebut saja Ibu Hartati Murdaya. Beliau itukan Ketua Umum Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi), organisasi umat Buddha terbesar di Indonesia. Tapi kok malah tidak dilibatkan. Malah Liem Sieo Liong yang sudah meninggal dunia duduk sebagai Dewan Kehormatan,” ujar Lieus.

Selain Liem Sioe Liong di Dewan Kehormatan, sejumlah nama juga duduk di Dewan Pembina Panitia Pemugaran Vihara tersebut. Di antaranya adalah Sugianto Kusuma, Prayogo Pangestu, Anthoni Salim, Yusuf Hamka dan Tomy Winata.  

“Kalau Yusuf Hamka yang muslim saja dilibatkan dalam kepanitian, masak sih Hartati Murdaya yang notabene adalah Buddha bahkan Ketua Umum Walubi ditinggalkan? Supaya diketahui saja, Sugianto Kusuma itu adalah perwakilan Buddha Tzu Chi dan Parmabudhi, salah satu organisasi Buddha yang baru dibentuk di Indonesia dan menjadi saingan Walubi,” ujar Lieus.

Lieus mengaku prihatin dengan adanya tokoh-tokoh Buddha yang tidak dilibatkan dalam kepanitian pemugaran Vihara tersebut.

“Apakah ini karena lobi-lobi khusus atau ada kepentingan lain, saya tidak tau. Tapi faktanya Ketua Umum Walubi, sebagai organisasi Buddha terbesar di Indonesia, tidak dilibatkan,” ujar Lieus.

Lieus berharap, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, hendaknya bersikap lebih arif dalam menyikapi pentingnya persatuan umat Buddha terkait upaya pemugaran Vihara Dharma Bhakti ini.

“Pemerintah jangan malah jadi pemecah belah persatuan umat Buddha yang minoritas ini. Dalam hal pemugaran Vihara tersebut, Kementerian Agama RI hendaknya tidak pilih kasih dengan mengakomodir satu pihak saja dan mengabaikan pihak lainnya,” tegas Lieus.  

Lieus menyebut, Vihara Dharma Bhakti adalah salah satu Vihara kebanggaan umat Buddha yang usianya sudah sekitar 4,5 abad dan sudah masuk dalam bangunan cagar budaya.

“Klenteng atau Vihara ini adalah milik seluruh umat Buddha. Seharusnya dalam pemugarannya pasca musibah kebakaran tahun 2015 lalu, semua elemen umat Buddha dilibatkan,” katanya.

Seperti diketahui, Vihara Dharma Bhakti memang Klenteng tertua di Jakarta. Pendirian rumah ibadah ini umat Buddha ini sudah dilakukan sejak tahun 1650 dengan nama Klenteng Kwan Im Teng.

Seorang letnan Tionghoa bernama Kwee Hoen merupakan sosok yang tidak lepas turut berjasa dalam pembangunannya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya