Berita

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Net

Politik

Elektabilitas Prabowo Subianto Meroket Jelang Pilpres, Asal…

JUMAT, 24 JULI 2020 | 09:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pilpres 2024 memang masih jauh. Tapi, survei nama-nama tokoh yang akan dan berpotensi berlaga mulai dirilis.

Teranyar rilis datang dari Indonesia Political Opinion (IPO) yang memprediksi nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan tumbang di Pilpres 2024. Sekalipun dalam survei yang diterbitkan menempatkan Menteri Pertahanan itu di puncak dengan 16,3 persen, disusul Anies Baswedan 12,7 persen, dan Ganjar Pranowo 11,5 persen.

Disebutkan dalam survei ini, sebanyak 26,3 persen responden sangat yakin Prabowo kembali kalah, dan 42,8 persen ragu-ragu.


Bagi Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono, survei mengenai tingkat keterpilihan calon presiden itu masih terlalu dini dilakukan. Ini lantaran gelaran pilpres yang masih akan digelar 4 tahun lagi.

“Masih terlalu pagi untuk mengukur elektabilitas tokoh-tokoh yang punya pontensi maju sebagai capres,” tegasnya kepada redaksi, Jumat (24/7).

Lebih lanjut, Arief Poyuono merasa yakin elektabilitas Prabowo Subianto akan kembali menguat dan meninggalkan calon lain jelang pilpres berlangsung.

Namun demikian, ada syarat yang harus dipenuhi agar prediksi itu menjadi kenyataan. Salah satunya sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah dalam menanggulangi Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

“Sebab jika Indonesia terkena resesi ekonomi, maka akan lama recovery-nya terutama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5 persen lagi,” terang Arief Poyuono.

Dampak resesi, sambungnya, juga akan mengurangi pertumbuhan pembangunan Indonesia dan meningkatkan pengangguran serta angka kemiskinan di Indonesia.

Untuk itu, nama-nama tokoh yang ada di struktur pemerintah harus benar-benar kerja keras dan serius mendukung Presiden Joko Widodo dalam menanggulangi Covid-19 dan penyelamatan ekonomi nasional sesuai bidangnya masing-masing.

“Kalau nama-nama tokoh yang di luar pemerintahan yang masuk radar survei IPO sih kayaknya kartu mati ya. Sekalipun maju tidak akan menang di Pilpres 2024 karena masyarakat sudah tahu track record mereka semua,” tekannya.

Sementara jika pemerintah gagal menanggulangi Covid-19 dan meyelamatkan perekonomian, maka akan muncul tokoh baru yang akan terpilih sebagai presiden kedelapan RI.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Melangkah Penuh Harapan, Pertamina Jaga Kesiapan Pasokan Jelang Idulfitri

Rabu, 04 Maret 2026 | 20:10

Cerita Tobat Mantan Penambang Ilegal Pongkor

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:59

KPK: Tidak Ada Informasi Fadia Arafiq Ditangkap saat Bersama Gubernur Jateng

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:43

Antisipasi Perang Dunia, AHY Ajak Perkuat Soliditas Hadapi Skenario Terburuk

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:40

Tips Mudik Aman dan Nyaman Tanpa Khawatirkan Rumah Kosong

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:17

Presiden Prabowo Batal Hadir Bukber Partai Demokrat

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:09

Tak Benar MBG Ganggu Anggaran Pendidikan

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:02

Sudah Dibuka, Ini Cara Daftar Mudik Gratis 2026 Pertamina

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:53

Spesifikasi Xiaomi 17 dan Daftar Harganya di Indonesia

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:38

Gubernur Jateng Bantah Bersama Bupati Pekalongan saat OTT KPK

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:33

Selengkapnya