Berita

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak/Net

Dunia

Soal Skandal Pajak, Pengadilan Malaysia Perintahkan Najib Razak Lunasi Utang Rp 5,8 Triliun

RABU, 22 JULI 2020 | 18:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, diminta untuk membayar pajak yang belum pernah ia bayarkan selama tujuh tahun ketika ia menjabat, yaitu senilai 1,69 miliar ringgit atau setara dengan Rp 5,8 triliun (Rp 3.400/ringgit).

Perintah tersebut disampaikan oleh Hakim Pangadilan Tinggi, Ahmad Bache saat membacakan putusan pada Rabu (22/7), melansir Bernama.

"Mantan Perdana Menteri tidak dibebaskan dari membayar pajak dan ia harus membayar utangnya kepada pemerintah," ujar Bache.


Putusan tersebut merujuk pada gugatan yang dilayangkan otoritas pajak Malaysia pada Juni. Di mana angka tersebut merupakan akumulasi pajak sejak 2011 hingga 2017 ditambah penalti dan bunga yang belum pernah dibayarkan oleh Najib.

Selain tidak membayar pajak, Najib juga menghadapi berbagai tuduhan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Termasuk yang menyangkut skandal penggelapan dana miliaran dolar dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Sejak menjabat sebagai perdana menteri dari 2009 hingga 2018, Najib dan sekutu-sekutunya dilaporkan telah mencuri 4,5 miliar dolar AS dari 1MDB.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) secara terpisah melakukan investigasi mengenai aliran dana yang diselewengkan oleh Najib. Di mana itu adalah kasus korupsi terbesar yang pernah ditangani oleh departemen tersebut.

Dana tersebut diduga digunakan Najib dan para sekutunya untuk membeli real estate mewah, karya seni bernilai tinggi, hingga perhiasan dan tas-tas mahal untuk sang istri.

Pengadilan terpisah untuk memberikan putusan terhadap skandal 1MDB dan berbagai kasus korupsi lainnya yang menjerat Najib akan dilakukan pada 28 Juli.

Selama ini, Najib telah menyanggah tuduhan tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya