Berita

Jubir penanganan Covid-19 yang baru, Prof Wiku Adisasmito/Repro

Nusantara

Achmad Yurianto Digeser, Prof Wiku Adisasmito Dipercaya Jadi Jubir Corona

SELASA, 21 JULI 2020 | 13:28 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jurubicara pemerintah untuk penanganan virus corona baru (Covid-19), Achmad Yurianto, digeser dari posisinya oleh Prof Wiku Adisasmito yang selama ini menjadi Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Pergantian ini menyusul terbitnya peraturan presiden (Perpres) 82/2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.  

Hal ini dipastikan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers di Gedung Ali Wardhana, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/7).


"Jubir pemerintah di sini adalah ditunjuk Prof Wiku dari BNPB," ujar Airlangga Hartarto.

Kabar ini pun dibenarkan Achmad Yurianto saat dikonfirmasi.

"Jubir sudah diserahkan ke Prof Wiku mulai hari ini diumumkan di Kemenko Perekonomian tadi pagi," katanya siang ini.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Perpres 82/2020 yang isinya juga menyatakan pembubaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Tugas Gugus Tugas akan beralih ke Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang merupakan salah satu unsur dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, meskipun Ketua BNPB Doni Monardo masih ditunjuk sebagai Ketua Pelaksananya.

Dalam Pasal 20 ayat (1) huruf a dan b beleid tersebut disebutkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tetap bertugas hingga keanggotaan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dirampungkan struktur keanggotaannya.

Namun siang ini, Jubir Corona Achmad Yurianto dicopot setelah sekitar 4 bulan menjabat sebagai juru bicara pemerintah, terhitung sejak kasus pertama Covid-19 pada Maret 2020.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya