Berita

Aktivis HAM, Natalius Pigai/Net

Politik

Bicara Soal Sejarah, Natalius Pigai: Kaum Sorban Aktor Utama Kemerdekaan Bangsa Indonesia

JUMAT, 17 JULI 2020 | 20:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Literasi sejarah dari pendirian bangsa dan negara Indonesia menjadi aatu tema yang dibahas oleh aktivis hak asasi manusia (HAM), Natalius Pigai dalam akun Twitternya, @NataliusPigai2.

Dalam cuitannya yang diposting, Jumat (17/7), Pigai berpandangan bahwa aktor sejarah pendirian atau kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia lebih cocok dilekatkan kepada umat Islam, ketimbang para raja.

"Saya lebih setuju jika ada tulisan tentang Indonesia didirikan oleh kaum sorban or ulama dibanding raja-raja yang jelas-jelas terbukti memeras rakyat, memungut upeti," cuit Pigai.


Jika aktor pendirian bangsa dan negara mencantumkan para raja sebagai aktor sejarah, maka Pigai berpandangan itu sebagai bentuk penjajahan yang pernah dilakukan Belanda, yang dengan segala bentuk dan sifatnya memperlihatkan hal-hal tak terpuji.

"Di kerajaan-kerajaan yang lawan Belanda itu rata-rata pangeran bukan raja, karena rebutan harta, tahta, wanita," ujar Pigai dalam cuitan yang sama.

Oleh karena itu, mantan anggota Komnas HAM ini seolah memberikan warning kepada masyarakat, bahwa bentuk-bentuk dan sifat-sifat kerajaan harus dimusnahkan serta tidak diberi kesempatan untuk hidup di Indonesia.

"Jangan kasih karpet merah pada kerajaan-kerajaan," demikian Natalius Pigai mengakhiri cuitannya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya