Berita

Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka sudah didukung PDIP pada Pilkada Kota Solo 2020/Net

Politik

Majunya Gibran Di Pilkada Solo Kecaman Yang Membuahkan Hasil

JUMAT, 17 JULI 2020 | 19:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, telah resmi direkomendasi DPP PDIP untuk maju diperhelatan Pilkada Serentak 2020 untuk daerah pemilihan Kota Solo.

Tak sedikit orang yang kasak-kusuk setelah mendengar anak Presiden bakal maju Pilkada. Baik dalam bentuk kecaman maupun kritik yang membangun untuk Presiden.

Namun menurut Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F. Silaen, kabar ini telah menjawab semua kecaman dan kritik yang ditujukan kepada Jokowi.


"Meski banyak kritik dan kecaman yang menerpa keluarga besar Joko Widodo, karena anggota keluarganya maju di pilkada serentak 2020 ini, akhirnya berbuah hasil," ujar Samuel F. Silaen dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (17/7).

Kritik dan kecaman terhadap anggota keluarga pejabat negara yang ingin mengikuti kontestasi politik adalah suatu hal yang biasa. Karena menurut Samuel F. Silaen, banyak contoh dari anak gubernur, anak bupati, anak para pembesar partai politik yang juga merasakan hal yang sama.

"Jadi, tak dapat dipungkiri bahwa proses untuk mendapatkan dukungan dan rekomendasi maju Cakada 2020 melalui lika- liku tak mulus, lewat perjuangan panjang tak mudah meski akhirnya didapatkan," ungkapnya.

Namun begitu, Samuel mengaku salut dengan Gibran yang meski diterpa kritik dan kecaman dari banyak pihak masih bersikukuh untuk mendapatkan rekomendasi dari partai. Meskipun di sisi lain, wacana numpang tenar selagi bapaknya menjadi RI1 sempat diramaikan.

"Dengan lobi kiri-kanan tentu juga tak 'kosong-kosong pisan' istilah di kalangan aktivis gerakan. Akhirnya mendapat rekomendasi maju di pilkada serentak 2020," katanya.

Dari fakta pencalonan Gibran untuk maju di Pilwalkot Solo itu, bagi Samuel merupakan faktor kesempatan bagi seorang pemimpin yang hidup di era sistem kekuatan politik pasca reformasi.

"Penentuan kepemimpinan di era demokrasi saat ini banyak juga tak lalui proses dialektika seperti pola merit sistem yang ada di partai. Hal ini terjadi bukan karena Jokowi tapi sudah lazim terjadi, "bebernya.

Oleh karena itu, Samuel menegaskan bahwa praktik pencalonan semacam Gibran bukan lagi menjadi barang aneh yang tidak diketahui masyarakat.

Karena secara logis, partai politik sangat diperlukan untuk menjadi stempel bagi kekuatan dan kekuasaan, yang menurut Samuel hanya ditentukan oleh oligarki elite partai politik dengan segala pertimbangannya.

Termasuk juga kesempatan yang didapat oleh Gibran sebagai anak Presiden yang besar karena partai "Moncong Putih". Sehingga harapnnya kepada Gibran ialah bisa menjadi kader partai dan jika terpilih sebagai Walikota Solo tidak mengecewakan rakyat pemilih.

"Sebab banyak calon yang baik gugur karena tak punya kesempatan untuk sekedar bertarung masuk gelanggang. Tapi proses politik sudah diputuskan oleh partai politik yang menjaring calon pemimpin yang akan maju dipilkada serentak 2020 ini," harapnya.

"Meski tak memuaskan semua pihak yang ingin maju tapi tak ada kesempatan maju, tak perlu berkecil hati. Sebab itulah politik. Politik is the games, jika pada kesempatan ini belum beruntung, sabar tunggu kesempatan berikutnya," demikian Samuel F. Silaen.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya