Berita

Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI), Arifin Nur Cahyono/Net

Politik

KAKI Desak Menkumham Tiru Polri, Tindak Tegas Oknum Yang Loloskan Djoko Tjandra

JUMAT, 17 JULI 2020 | 16:36 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Langkah cepat dan ketegasan Polri terkait surat jalan Djoko Tjandra disambut positif Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI). Ketua KAKI, Arifin Nur Cahyono, mengapresiasi langkah cepat Kapolri Jendral Idham Azis yang langsung mencopot Brigjen Prasetijo Utomo dari jabatannya karena mengeluarkan surat jalan bagi Djoko Tjandra.

Sementara Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, telah memerintahkan Divisi Propam untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mereka yang terlibat dalam pembuatan surat jalan bagi terdakwa hak tagih (cassie) Bank Bali tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi Bareskrim Mabes Polri yang dengan sangat cepat melakukan penahanan terhadap Brigjen Prasetijo Utomo, apalagi saya yang melaporkan ke Bareskrim soal pengacara Djoko Tjandra terkait dugaan menyembunyikan Djoko Tjandra yang merupakan buronan terpidana korupsi,” kata Arifin dalam keteranganya, Jumat (17/7).


Pencopotan dan penahanan itu, sambung Arifin, sebagai bentuk respons dari Polri yang sangat cepat untuk menindak oknum Polri yang jelas-jelas telah melakukan kesalahan yang sangat berat.

“Kami juga mendesak agar Menkumham Yassona Laoly untuk memeriksa oknum-oknum Imigrasi yang diduga kuat ikut membantu Djoko Tjandra,” tukas Arifin.

Selain itu, Arifin mendesak Bareskrim Polri untuk menindaklanjuti laporan yang telah dibuat oleh Komite Anti Korupsi Indonesia yang melaporkan pengacara Djoko Tjandra yang diduga telah menghalang-halangi dan menyembunyikan terpidana yang merugikan negara sebesar Rp 900 miliar itu.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, berkomitmen untuk mengungkap siapapun pihak-pihak yang terlibat dalam melindungi terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali Djoko Tjandra, sehingga dengan mudah bisa masuk ke Indonesia kemudian bisa kembali keluar negeri tanpa diketahui oleh aparat penegak hukum.

“Jadi tidak ada lagi pandang bulu siapapun yang terlibat di dalamnya semuanya akan kita proses. Termasuk juga, bagaimana dia masuk kemudian dia melakukan apa saja. Siapa yang membantu dia, sampai dia keluar dari Indonesia semuanya akan kita telusuri,” tegas Sigit.

Hal tersebut merupakan perintah Kapolri Jenderal Idham Azis sebagai bentuk komitmen Polri untuk mengungkap seterang-terangnya perkara ini dan menjaga marwah institusi Polri.

Mantan Kapolda Banten ini mengatakan, proses pemeriksaan internal terhadap Brigjen Prasetijo Utomo tidak hanya sebatas pemeriksaan etik saja melainkan dilanjutkan proses pidana.

“Jadi saya tegaskan, sekali lagi bahwa di Kepolisian ada tiga jenis penanganan. Disiplin, kode etik, dan pidana. Jadi terkait dengan seluruh rangkaian kasus ini, maka akan kita tindaklanjuti dengan proses pidana,” pungkas Sigit.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya