Berita

Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat meninjau lahan di Kalimantan Tengah/Net

Politik

Hashim Djojohadikusumo: Prabowo Subianto Sudah 13 Tahun Tertarik Bidang Pertanian

JUMAT, 17 JULI 2020 | 15:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penunjukan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai pemimpin proyek lumbung pangan nasional di Kalimantan Tengah bukan hal yang mengejutkan.

Sebagai menhan, Prabowo Subianto memang memiliki tugas untuk menjaga keamanan rakyat, termasuk masalah soal kesediaan pangan bagi rakyat.

Selain itu, ketua umum DPP Partai Gerindra tersebut memang memiliki ketertarikan pada bidang pertanian sejak tahun 2007.


Begitu tegas Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo kepada awak media dalam kegiatan santap pagi di Hotel Ayana, di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (17/7).

Hashim menerangkan bahwa kakaknya memiliki ketertarikan tinggi pada masalah pangan. Bahkan di tahun 2006, Hashim mengaku sudah mendapat “kuliah” panjang dari kakaknya mengenai masalah stunting di Indonesia.

“Dia prihatin ketahanan pangan kita sejak 2006-2007. Ramalan produksi kan selalu tekor,” tegasnya.

Saking pedulinya Prabowo, masalah pangan menjadi manifesto perjuangan Partai Gerindra yang dibentuk. Ketahanan pangan, swasempada pangan, dan energi jadi bagian yang diperjuangan mati-matian mantan Danjen Kopassus itu.

Bahkan secara gamblang Hashim mengurai bahwa salah satu bidang yang diajukan Prabowo saat Gerindra ditawari masuk kabinet adalah pertanian. Gerindra berharap pos ketahanan pangan menjadi amanah yang diberikan, pos yang dimaksud juga termasuk kelautan dan perikanan.

“Jadi Prabowo sudah lebih 13 tahun tertarik bidang pangan,” tekannya.

Hashim juga turut membuka cerita bahwa Prabowo sempat ditawari jadi menhan di tahun 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun kala itu, Prabowo meminta agar dirinya dipercaya jadi menteri pertanian.

“Jadi kalau cuma mau jadi Menhan, Prabowo 2009 sudah jadi,” lanjut Hashim.

Kembali soal penunjukan Prabowo sebagai pemimpin lumbung padi. Hashim mengurai bahwa ketahanan pangan Indonesia tengah terancam di tengah pandemik. Ini karena negara penyuplai beras ke Indonesia sudah ramai-ramai melarang untuk ekspor beras.

“Mereka mau menjaga pangan untuk mereka sendiri,” terangnya.

Sementara jika stok beras kurang, maka diprediksi menimbulkan kerusuhan di negeri ini. Ini menjadi komulatif mengingat masyarakat sedang dihadapkan pada masalah kesehatan dan ekonomi. Sehingga, jika masalah pangan turut terjadi maka potensi kerusuhan sulit terelakan,

“Jadi Menhan kan ditugaskan menjaga keamanan rakyatnya. Termasuk kesediaan pangan itu. Kalau nggak ada itu (beras) rusuh,” demikian Hashim Djojohadikusumo.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya