Berita

Presiden Joko Widodo akan dianggap ikut melanggengkan politik dinasti ketika Gibran dan Bobby diusung PDIP di Pilkada Serentak 2020/Net

Politik

Kalau Gibran dan Bobby Direkomendasi Maju Pilkada, Presiden Turut Andil Suburkan Politik Dinasti

JUMAT, 17 JULI 2020 | 12:53 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Menjelang pengumuman bakal calon pasangan kepala daerah untuk Pilkada Serentak 2020 yang diusung PDI Perjuangan, Jumat (17/7), nama putra dan menantu Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, mendapat perhatian cukup besar dari publik.

"Kalau Bobby dan Gibran yang direkomendasikan untuk maju di Pilkada, pasti ada kritik dari masyarakat ke presiden," ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (17/7).

Satu bentuk kritik yang akan muncul di muka publik adalah Presiden seolah ikut berkontribusi untuk melanggengkan praktik politik dinasti dengan pencalonan Gibran dan Bobby.


"Presiden yang didukung rakyat penuh harapannya bisa berkontribusi mengamputasi maraknya politik dinasti. Artinya, kalau nanti Bobby dan juga Gibran diumumkan, ya presiden turut berkontribusi menyuburkan politik dinasti di Indonesia," jelas Adi Prayitno.

Segala bentuk pelibatan keluarga dalam gelanggang politik praktis, menurut Dosen Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah ini, sudah tentu adalah bentuk pemeliharaan politik dinasti.

"Tidak hanya presiden. menteri, kepala daerah, ketua umum partai yang menyertakan kerabat dekatnya dalam lingkaran politik kekuasaan, terutama di pilkada misalnya, itu pasti dituding sebagai bagian dari upaya menyuburkan politik dinasti," terangnya.

"Jadi kalau Bobby dan Gibran yang direkom, ya inilah praktik politik di Indonesia. Siapapun elitenya cenderung ingin mengajak keluarga besarnya ke jantung politik," pungkasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya