Berita

Massa gelar aksi nyalakan lilin di depan PN Jakarta Utara/RMOL

Politik

Vonis Kasus Air Keras Masih Berlangsung, Sekelompok Massa Gelar Aksi Nyalakan Lilin Di Depan Pengadilan

KAMIS, 16 JULI 2020 | 19:54 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Massa yang menamai diri dari Aktivis Gugat Novel (AGN) menggelar aksi menyalakan lilin di depan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Kamis malam (16/7).

Aksi yang diikuti sekitar 25 orang ini melakukan aksi solidaritas untuk mencari keadilan terhadap kasus sarang burung walet yang diduga melibatkan Novel Baswedan saat masih menjadi Kasat Reskrim Polres Bengkulu.

Koordinator aksi, Daud mengatakan, aksi ini dinamai dengan 'Adili Novel Baswedan'. Mereka meminta Novel untuk tidak bersusah payah menciptakan drama baru menutupi kasus sarang burung walet di Bengkulu.


"Ini momentum tepat, saat sidang putusan dan kami berharap agar Novel Baswedan diberikan hidayah dan mengakui kesalahannya saat menjabat Kasat Reskrim Polresta Bengkulu. Tak perlu capek-capek menciptakan drama-drama baru menutupi kasus dugaan penganiayaan sarang walet," ucap Koordinator aksi, Daud di depan PN Jakarta Utara.

Menurut Daud, pihak Novel sedang berusaha keras untuk membuat isu baru dengan menyalahkan pengadilan atas kasus penyiraman air keras yang disebut untuk menutupi semua pemberitaan kasus sarang burung walet.

"Penyiram Novel Baswedan kan sudah diadili, lalu kapan para penembak dan penganiaya korban sarang burung walet diadili?" tegas Daud.

Karena kata Daud, kasus penyiraman air keras akan memasuki babak akhir. Di mana, sidang putusan terhadap dua terdakwa penyiraman air keras ke Novel Baswedan yang dimulai pukul 13.00 WIB hingga saat ini masih berlangsung.

"Kemarin cari celah untuk mengangkat isu melaporkan ke Ombudsman, nanti setelah putusan bisa jadi drama mojokin hasil persidangan. Buat apa lagi nyalah-nyalahin, introspeksi saja dan menyerahkan diri untuk mengakui kesalahan. Sampai kapan lagi Novel Baswedan berpura-pura tidak bersalah," pungkasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya