Berita

Sekelompok orang yang menamai diri Sumenep Progres gelar aksi di Gedung KPK/RMOL

Politik

Gelar Aksi, Sumenep Progres Desak KPK Kembali Usut Dugaan Korupsi Di Kabupaten Tulungagung

KAMIS, 16 JULI 2020 | 19:34 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sekelompok orang yang menamakan diri "Sumenep Progres" menggelar aksi meminta agar kasus korupsi pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Tulungagung kembali diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjerat tersangka lainnya.

Massa tersebut menggelar aksi di depan Gedung Merah Putih KPK, Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/7).

Koordinator aksi, M. Hapit menilai, kasus yang menjerat mantan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo dan Ketua DPRD Tulungagung Supriyono masih belum tuntas dan diduga melibatkan banyak pihak lain.


"Kasus ini melibatkan banyak orang,  melibatkan pejabat lintas instansi. Tidak banyak yang dijadikan tersangka oleh KPK, salah satunya adalah mantan bupati Tulungagung dan ketua DPRD Tulungagung," ucap M. Hapit.

Menurut Hapit, masih banyak pihak yang terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

Hapit pun lantas mempertanyakan status Fattah Jasin yang kini menjabat Kepala Bakorwil Madura yang pernah rumahnya digeledah penyidik KPK maupun diperiksa penyidik sebagai saksi untuk Supriyono.

Fattah Jasin pun kata Hapit, juga merupakan Kepala Bapedda Provinsi Jatim pada 2018 lalu.

"Kalau misalkan kasus ini berhenti pada dua orang itu saja maka tidak adil kemudian KPK melakukan penggeledahan terhadap rumah Fattah Jasin dan juga dipanggil sebagai saksi. Maka perbuatan KPK ini dipertanyakan oleh rakyat," jelasnya.

Dengan demikian, Hapit mendesak agar KPK untuk segera menuntaskan kasus tersebut agar tidak timbul kecurigaan masyarakat.

"Kalau misalkan Fattah Jasin benar-benar korupsi maka tersangkakan, kalau misalkan Fattah Jasin tidak terlibat maka berikan keterangan resmi oleh KPK bahwasanya penggeledahan dan pemeriksaan tidak ada keterlibatan Fattah Jasin," pungkas Hapit.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya