Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Kantor MUI Pusat/RMOL

Politik

Hasil Pertemuan Tertutup, Partai Demokrat Dan MUI Sepakat RUU HIP Harus Ditolak

SELASA, 14 JULI 2020 | 17:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Setelah hampir kurang lebih dua jam sejak Pukul 14.00 WIB melangsungkan pertemuan tertutup, DPP Partai Demorkat bersama Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) ternyata membahas sejumlah persoalan dinamika kebangsaan.

Secara spesifik, pertemuan itu membahas perkembangan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang belakangan diketahui menuai kontroversi.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pihaknya sejalan dengan MUI menolak dengan tegas RUU HIP tersebut.


Adanya RUU, kata dia, berpotensi menimbulkan masalah baru karena dianggap memutar balik alur sejarah yang sejatinya sudah selesai.

"Alhamdulillah kami berdua, baik MUI dan Partai Demokrat tegas mengatakan tidak, ataupun menolak RUU HIP. Sekali lagi, (RUU HIP) merupakan side back a historis dan tentunya menimbulkan masalah baru," kata AHY di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (14/7).

Menurut AHY, di tengah bangsa Indonesia mengahadapi pandemik Covid-19 yang belum usai sedianya tidak menjadi urgent lagi pembahasan RUU HIP tersebut. Seharusnya, semua elemen bangsa bersatu melalui pandemik Covid-19 yang tak kunjung usai ini.

"Jangan menghadirkan isu-isu baru yang sebetulnya tidak relevan dan tidak kontekstual terhadap kondisi bangsa hari ini dan perjuangan kita," tegasnya.

Lebih jauh daripada itu, putera sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menyatakan bahwa upaya pihak-pihak yang mencoba memecahbelah persatuan antar sesama anak bangsa tidak semestinya terjadi.

"Membentur benturkan Pancasila dengan islam, kemudian membawahi ideologi yang sebetulnya sudah kita tinggalkan di belakang karena kita tujuan besar bersama. Pancasila final, NKRI harga mati," tandasnya.

Senada dengan AHY, Wakil Ketua MUI Muhyiddin Junaidi mengatakan bahwa sikap DPP Demokrat menolak RUU HIP selaras dengan sikap MUI. Sebab, masih ada hal yang lebih prioritas untuk diselesaikan ketimbang mengesahkan RUU HIP.

"Memiliki kesamaan cara pandang. Semoga dengan ini bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Terima kasih," tutupnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya