Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Daripada Salah Melulu, Jokowi Diminta Berhenti Meramal Puncak Corona

SELASA, 14 JULI 2020 | 07:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Prediksi Presiden Joko Widodo mengenai puncak sebaran virus corona baru atau Covid-19 di Indonesia akan terjadi pada Agustus hingga September mendapat cibiran.

Salah satunya dari politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana. Dia meminta Presiden Joko Widodo untuk berhenti meramal tentang virus corona. Ini lantaran ramalan yang disampaikan ke publik selalu berubah-ubah.

“Halah, dulu meramal puncak corona turun Juli. Sekarang meramal lagi Agustus-September,” cibirnya lewat akun Twitter pribadi, Selasa (14/7).


Ketimbang presiden malu karena terus salah melakukan prediksi, Panca meminta mantan walikota Solo itu untuk diam saja.

“Mending bapak diam deh, malu kita presiden ramalannya salah melulu. Iya nggak sih?” tutupnya.

Kepada para wartawan, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa puncak virus corona diprediksi terjadi Agustus-September. Namun prediksi ini bisa berubah jika kasus corona terus melonjak.

"Kalau melihat angka-angka memang nanti perkiraan puncaknya ada di Agustus atau September, perkiraan terakhir. Tapi kalau kita tidak melakukan sesuatu, ya bisa angkanya berbeda," tegasnya, Senin (13/7).

Atas alasan itu juga, Jokowi meminta para menteri untuk bekerja lebih keras, sehingga prediksi bisa benar-benar terjadi.

Sementara pada April lalu, Jokowi telah memprediksi bahwa wabah virus corona akan mengalami puncaknya pada bulan Mei. Dia bahkan optimistis penyebaran virus corona akan mulai turun pada bulan Juli.

"Kalau ditanya ke saya, saya ingin optimis Juli sudah masuk pada posisi ringan,” kata Jokowi dalam program Mata Najwa yang tayang 22 April lalu.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya