Berita

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat membuka MPLS 2020 secara daring di Gedung Negara Grahadi, Senin (13/7)/Istimewa

Nusantara

Tahun Ajaran Baru Dimulai Hari Ini, 400 Ribu Siswa SMA/SMK Di Jatim Ikuti MPLS Daring

SENIN, 13 JULI 2020 | 10:55 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Hari ini, Senin (13/7), adalah hari pertama tahun ajaran 2020/2021 di seluruh Indonesia. Namun, karena kondisi tanah air yang masih dilanda pandemik, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pun dilakukan secara daring.

Di Provinsi Jawa Timur, misalnya, ada 400 ribu lebih peserta didik baru jenjang SMA/SMK Negeri dan Swasta yang mengikuti MPLS secara serentak hari ini, Senin (13/7).

MPLS yang dilaksanakan secara daring tersebut dilaksanakan di 423 SMA Negeri dan 1.119 SMA Swasta, serta 297 SMK Negeri dan 1.821 SMK Swasta.


Pembukaan MPLS 2020 dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melalui sambungan video conference di Gedung Negara Grahadi, Senin pagi (13/7).

Khofifah mengatakan, pelaksanaan MPLS secara daring itu dilaksanakan berdasarkan kebijakan pusat, bahwa sekolah belum bisa melaksanakan pembelajaran secara tatap muka bila wilayah tersebut masih zona merah.

"MPLS tetap berjalan seperti sediakala, namun dengan cara yang berbeda karena kita harus tetap waspada dengan menggunakan protokol kesehatan," ucap Khofifah.

Namun demikian, Khofifah berharap para siswa dan seluruh insan pendidikan tetap optimistis dan semangat selama proses pendidikan meski harus dilakukan secara daring.

Selain itu, Khofifah juga mengajak seluruh masyarakat berdoa agar pandemik Covid-19 segera berakhir dan para siswa dapat kembali mengikuti belajar di sekolah.

"Saya harap para siswa tetap bisa memulai tahun ajaran baru ini dengan semangat dan gembira meski dalam situasi yang masih darurat kesehatan," ujarnya.

“Justru dalam suasana pandemik seperti ini, anak-anak Jawa Timur akan menunjukkan prestasi terbaiknya, semangat yang tetap prima, para kepala sekolah, para guru akan menunjukkan kinerja terbaiknya membangun generasi emas Jawa Timur yang lebih kreatif dan inovatif disertai dengan akhlak yang mulia," tambah Khofifah.

Sementara itu, kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi, menjelaskan, berdasarkan Surat Keputusan Bersama Empat Menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri), kegiatan pembelajaran wajib dilaksanakan dengan metode jarak jauh baik online maupun offline. Khususnya bagi daerah yang berdasarkan kondisi penyebaran Covid-19 belum masuk kategori zona hijau.

“Memang perlu penyesuaian-penyesuaian yang lebih kreatif dan inovatif, dengan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal. Sehingga meski tidak bertatap muka langsung, tujuan MPLS, khususnya yang terkait dengan pengenalan berbagai aspek pembelajaran di sekolahnya tetap tercapai dengan baik," paparnya.

MPLS bagi siswa baru sendiri akan dilaksanakan selama 3 hari. Sekolah dapat menambah 2 hari untuk persiapan pembelajaran pada masa pandemik Covid-19 sesuai kondisi dan kebutuhan sekolah masing-masing, yang dilaksanakan pada minggu pertama awal Tahun Pelajaran 2020/2021.

Wahid menambahkan, dalam masa MPLS tahun ini, pihak sekolah dapat menambah satu sesi kunjungan ke sekolah yang dilaksanakan secara bergantian. Namun kunjungan tersebut wajib disertai dengan penerapan disiplin protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Oleh karena itu, Pemprov Jatim telah memerintahkan seluruh Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah se-Jawa Timur untuk memastikan seluruh Satuan Pendidikan di wilayah kerjanya masing-masing telah menyiapkan sarana dan prasarana serta SOP yang dibutuhkan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

"Sekolah wajib berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 yang ada di kabupaten/Kota setempat," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Kejagung Periksa 6 Saksi Kasus Korupsi BGN

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:12

Karhutla Tak Cukup Dipadamkan, Harus Dicegah dan Diusut

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:00

Bung Karno Sang Orator

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:38

Tangis Megawati Pecah saat Wajah Bung Karno Muncul di Langit Gelora Bung Tomo

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:20

Jangan Takut, tapi Tetap Waspada soal Isu Rusuh Agustus Jilid II

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:07

15 Saksi Dugaan Penyalahgunaan Pelimpahan Nomor Porsi Haji 2026 Diperiksa

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:33

Tim Hukum Hukum Ungkap 30 Pelanggaran Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:20

DSI Resmi Beroperasi, Ini Jajaran Direksi dan Komisarisnya

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:02

Soekarno Cup 2026 Libatkan 400 Talenta Muda

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:31

Mustahil Sjafrie Larang Mahasiswi Unhan Berjilbab

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya