Berita

Nelayan di Banyuwangi tunjukkan bibit lobster/Net

Nusantara

Nelayan Banyuwangi: Silahkan Datang Ke Watu Dodol Untuk Lihat Budidaya Lobster

SABTU, 11 JULI 2020 | 13:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Nelayan pantai utara (Pantura) Banyuwangi, Jawa Timur, menyesalkan pihak-pihak yang menolak aturan pelarangan penangkapan benih bening lobster (BBL) untuk keperluan budidaya maupun ekspor.

Musriyadi, anggota kelompok nelayan Pesona Bahari di Pantai Watu Dodol, Banyuwangi mengatakan, dia bersama teman-temannya sesama nelayan pantura harus menjadi pengangguran selama penangkapan dan pembudidayaan lobster dilarang.

"Kami semua di sini menangis. Kami kan mencari ikan hanya tiga bulan setahun. Sisanya kami menganggur," kata Musriadi di lokasi budidaya lobster Watu Dodol, Banyuwangi, Sabtu (11/7).


Musriyadi menceritakan, selama itu pula dia harus pontang-panting mencari uang untuk makan.

Bahkan beberapa di antara nelayan ada yang nekat menangkap benih dan bekerja sama dengan penyelundup lobster dengan risiko mereka akan ditangkap aparat.

"Kebijakan menteri yang dulu itu sangat menyengsarakan kami," tegasnya.

Karena itu, dia mendukung kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan era Edhy Prabowo yang mencabut larangan itu. Katanya, kebijakan baru itu sangat dirasakan dia dan kelompoknya.

Dalam kelompok nelayan Pesona Bahari yang beranggotakan sekitar 15 nelayan, kini dia bisa kembali bahu-membahu dengan nelayan lainnya untuk mengelola lobster dengan tetap memperhatikan keberlanjutan krustasea ini.

Musriyadi juga menampik pihak-pihak yang mengatakan bahwa lobster akan punah bila benihnya terus ditangkap.

"Dari jaman kakek saya, benih lobster ditangkap. Dan kami akan terus melestarikannya, Termasuk terumbu karang di sini untuk masa depan anak cucu saya nanti," bebernya.

Ketua Kelompok Nelayan Pesona Bahari, Abdul Aziz, menambahkan, dirinya bersama nelayan Watu Dodol akan mengembalikan 5 persen benih lobster ke alam.

Walaupun, dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan 12/2020 hanya diatur kewajiban pelepasliaran benih lobster sebanyak 2 persen.

"Termasuk lobster bertelur yang ada di keramba akan kami lepas untuk menjaga keberlanjutan," kata Aziz.

Soal pro dan kontra dari aturan pelegalan benih lobster itu, Aziz menantang pihak-pihak yang menolak untuk datang langsung ke pantai dan menyaksikan suka cita nelayan dengan adanya aturan itu.

"Itu kan politik ya. Mereka enggak paham. Kata siapa lobster tidak bisa dibudidaya. Silakan datang ke Watu Dodol," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya