Berita

Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah/Net

Politik

Menteri Pertanian, Jalan Bagi Prabowo Subianto Galang Kedekatan Dengan Rakyat

JUMAT, 10 JULI 2020 | 22:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Kalimantan Tengah meninjau lumbung pangan nasional pada Kamis kemarin (9/7) tidak bisa dipandang sebagai peristiwa biasa saja. Apalagi Jokowi secara mengejutkan menunjuk Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto sebagai leading sector pengembangan lumbung pangan nasional.

Padahal dalam pertemuan itu, Jokowi turut mengajak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang notabene membidangi masalah pangan. Syahrul oleh Jokowi hanya ditempatkan sebagai pendukung kerja Prabowo Subianto bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

"Karena ini menyangkut cadangan strategis pangan kita, leading sector-nya akan kita berikan ke Pak Menhan," begitu kata Presiden Jokowi saat memberi amanat pada Prabowo Subianto.


Indikasi menguat bahwa Ketua Umum Partai Gerindra itu akan diberi kepercayaan oleh Presiden Jokowi untuk mengurus masalah pangan dan pertanian di negeri ini ke depan.

Tentu dengan pertimbangan bahwa Jokowi sangat mengerti Prabowo bukan orang baru di dunia pertanian. Mantan Danjen Kopassus itu sudah banyak makan asam garam dalam memperjuangkan nasib para petani.

Setidaknya hal itu dapat dilihat dari track record Prabowo Subianto sebagai mantan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Sebuah organisasi sosial yang menjadi wadah penghimpun segenap insan tani Indonesia, alat penggerak perjuangan insan tani, sarana penampung aspirasi dan amanat penderitaan petani, serta wahana untuk mewujudkan cita-cita nasional.

Prabowo Subianto tidak perlu berkecil hati jika nanti dipindahtugaskan menjadi Menteri Pertanian. Perpindahan ini bukan demosi, melainkan sebuah peluang untuk lebih dekat kepada rakyat. Khususnya kepada para petani yang selama ini dia perjuangkan nasibnya dan sedang mengalami berbagai macam kendala saat wabah Covid-19 menyerang.

Selain itu, Prabowo Subianto juga bisa menganggap pemindahan tugas sebagai pintu menuju 2024. Di mana dia akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan para petani, yang menjadi profesi mayoritas rakyat Indonesia.

Tentu kedekatan tersebut tidak akan bisa dilakukan jika Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Sebab, urusan yang dibidangi seorang Menteri Pertahanan terlalu elitis bagi rakyat. Seperti urusan jual beli alutsista yang hanya dimengerti kelompok atas.

Di satu sisi, Prabowo Subianto selama ini juga sudah mendapat dukungan yang besar dari kalangan militer. Terbukti dalam Pilpres kemarin banyak komplek perumahan militer yang hampir disapu bersih. Dengan kata lain, pendekatan pada petani akan menambah dukungan Prabowo dari kelompok yang bukan TNI.

Lalu kepada siapa nantinya jabatan Menteri Pertahanan akan berpindah?

Tentu pertanyaan ini menjadi menarik. Kedekatan Jokowi dengan para jenderal dan purnawirawan jenderal TNI layak untuk jadi bahan pertimbangan menjawabnya.

Jika melihat ke belakang, maka nama yang paling kuat menggantikan Prabowo Subianto adalah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Kiprahnya dalam mensinergikan TNI dan Polri juga dalam menyatu dengan rakyat tidak perlu diragukan. Selain itu, Marsekal Hadi juga kerap terlibat aktif dalam penanganan wabah corona.

Mantan KSAU itu juga tentu mahfum dengan masalah jual beli alutsista yang mumpuni bagi pertahanan Indonesia. Tentu, Jokowi tidak akan ragu memberi tempat Prabowo Subianto pada Marsekal Hadi Tjahjanto, sebagaimana mantan gubernur DKI Jakarta itu memberi kepercayaan pada Jenderal Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri saat masih aktif menjabat Kapolri.

Jokowi juga tidak perlu khawatir dengan siapa pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI. Setidaknya nama KSAD Jenderal Andika Perkasa bisa dipercaya oleh Jokowi. Apalagi, Andika Perkasa pernah menjadi Komandan Paspampres di awal Jokowi memimpin negeri ini tahun 2014 lalu.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya