Berita

Lelaki India mengusir serangan belalang di ladang/Net

Dunia

Negara-negara Ini Dalam Posisi Siaga Tinggi Hadapi Wabah Belalang, India Yang Paling Terdampak

SENIN, 06 JULI 2020 | 10:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menyoroti ancaman yang ditimbulkan oleh wabah belalang terhadap ketahanan pangan di India. Mereka mengatakan, dalam beberapa minggu ke depan negara itu harus waspada terhadap serangan wabah, yang disebutnya sebagai serangan terburuk dalam 26 tahun terakhir.

Dalam keterangan terbarunya yang dirilis pada Jumat (3/7) lalu, FAO mengatakan kawanan belalang, yang bermigrasi ke perbatasan Indo-Pakistan dan melakukan perjalanan ke timur ke negara-negara bagian utara, diperkirakan akan kembali ke Rajasthan dengan dimulainya musim hujan dalam beberapa hari mendatang.

Kawanan belalang ini akan kembali ke Rajasthan untuk bergabung dengan kawanan lain yang masih berdatangan dari Iran dan Pakistan, yang diperkirakan akan ditambah oleh kawanan dari Tanduk Afrika sekitar pertengahan Juli.


"Perkembangbiakan awal telah terjadi di sepanjang perbatasan Indo-Pakistan. Penetasan besar dan pembentukan kawanan akan berlangsung pada Juli, itu yang akan menyebabkan kawanan musim panas generasi pertama yang terbentuk pada pertengahan Agustus," kata FAO, seperti dikutip dari Times Of India, Senin (6/7).

“India, Pakistan, Sudan, Ethiopia, dan Somalia, harus tetap dalam posisi siaga tinggi selama empat minggu ke depan,” tambahnya.

Rajasthan menjadi negara bagian India yang paling terpengaruh akibat wabah ini. Negara-negara lain yang terkena dampak adalah Madhya Pradesh, Punjab, Gujarat, Uttar Pradesh, Maharashtra, Chhattisgarh, Haryana dan Bihar.

Menurut kementerian pertanian India, kawanan belalang merah muda yang belum matang dan belalang kuning dewasa berperilaku aktif di wilayah Jaisalmer, Barmer, Bikaner, Jodhpur, Nagaur, Dausa,dan Bharatpur dari Rajasthan.

Untuk menekan kerusakan pangan yang diakibatkan wabah belalang, pemerintah India melanjutkan berbagai operasi pengendalian wabah, seperti pembasmian dengan menyemprotkan pestisida di beberapa distrik pada 3-4 Juli menggunakan helikopter.

“Operasi pengendalian itu dilakukan di 25 tempat di enam distrik (Jaisalmer, Barmer, Bikaner, Jodhpur, Nagaur, dan Dausa) dari Rajasthan dan dua tempat di distrik Jhansi di Uttar Pradesh oleh badan penganggulangan belalang, Locust Circle Offices atau LCO,” kata kementerian pada Minggu (5/7).

Sejauh ini, operasi pengendalian belalang telah dilakukan di total 1.35.207 hektar di Rajasthan, Madhya Pradesh, Punjab, Gujarat, Uttar Pradesh dan Haryana oleh LCO.

Pemerintah negara bagian juga telah mengambil langkah-langkah pengendalian di area seluas 1.13.215,5 hektar di Rajasthan, Madhya Pradesh, Punjab, Gujarat, Uttar Pradesh, Maharashtra, Chhattisgarh, Haryana dan Bihar.

“Tidak ada kerugian panen yang signifikan yang dilaporkan di Gujarat, Uttar Pradesh, Madhya Pradesh, Maharashtra, Chhattisgarh, Bihar dan Haryana. Namun, beberapa kerugian panen kecil telah dilaporkan di beberapa distrik Rajasthan," kata kementerian itu.

Saat ini, 60 tim pengendalian dengan kendaraan semprot dikerahkan di Rajasthan, Gujarat, Madhya Pradesh, dan Uttar Pradesh. Lebih dari 200 personil pemerintah pusat terlibat dalam operasi pengendalian belalang ini.

Selain itu, lima perusahaan dengan 12 drone dikerahkan di Barmer, Jaisalmer, Bikaner, Nagaur dan Phalodi di Rajasthan untuk mengendalikan belalang secara efektif di pohon-pohon tinggi dan di daerah yang tidak dapat diakses melalui penyemprotan pestisida.

“India adalah negara pertama yang menggunakan pesawat tak berawak untuk kontrol belalang,” kata kementerian.

“Pertemuan virtual mingguan terkait wabah belalang padang pasir dari negara-negara Asia Tenggara (Afghanistan, India, Iran dan Pakistan) sedang diselenggarakan oleh FAO. Sejauh ini, sudah ada 15 pertemuan virtual yang dilakukan pejabat teknis dari negara-negara ini,” tambahnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya