Berita

PSIS Semarang sudah memilih untuk bermain di Stadion Citarum ketika Liga 1 kembali digulirkan PSSI pada Oktober mendatang/OfficialPSIS

Sepak Bola

Dengan Atau Tanpa Penonton, PSIS Akan Bermain Di Stadion Citarum Jika Liga 1 Kembali Bergulir

MINGGU, 05 JULI 2020 | 02:48 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dalam kondisi serbasulit seperti saat ini, manajemen PSIS Semarang tak punya pilihan kecuali menghemat anggaran semaksimal mungkin.

Nah, salah satu cara menghemat adalah dengan menggunakan Stadion Citarum sebagai homebase ketika Liga 1 kembali bergulir pada Oktober mendatang.

Dijelaskan CEO PSIS, Yoyok Sukawi, pemilihan Stadion Citarum ini lantaran bisa memudahkan tim untuk melakukan persiapan sekaligus menghemat pengeluaran klub.


"Saat ini semua tim kondisi keuangannya pasti sedang sulit. Apalagi pasti sulit jika mau izin menggelar pertandingan di luar (Semarang). Ya kita punya Citarum, dengan atau tanpa penonton kami siapkan," kata Yoyok, Sabtu (4/7).

Yoyok menilai, jika PSIS bermain di luar Semarang maka butuh biaya yang lebih besar. Padahal, diprediksi pemasukan PSIS selama kompetisi pasti menurun.

"Porsi pemasukan paling banyak itu dari tiket, bisa lebih dari 70 persen. Kalau tanding di luar, kita tidak ada tiket kan repot," jelas anggota DPR RI ini, dilansir Kantor Berita RMOLJateng.

Untuk itu, Yoyok mengaku pihaknya kini fokus pada menyiapkan Stadion Citarum agar layak pakai, sesuai standar yang berlaku di Liga 1. Hingga saat ini, beberapa fasilitas sudah dilakukan peningkatan kualitas.

"Lampu kita upgrade, ruang ganti semuanya kita buat standar Liga 1. Kami sudah sepakat kalau main lagi, kami akan pilih di Citarum. Entah dengan atau tanpa penonton," tutup politikus Partai Demokrat ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya