Berita

Joko Intarto/Net

Publika

DI's Way Bukan Koran

KAMIS, 02 JULI 2020 | 18:58 WIB | OLEH: JOKO INTARTO

DI's Way sekarang punya pemimpin redaksi. Biasa disebut Pemred. Ia sahabat saya. Dulu sama-sama menjadi wartawan di Jawa Pos.

Saya tidak tahu apakah ia sekarang masih tercatat sebagai wartawan Jawa Pos atau sudah pensiun atau dipensiun manajemen baru.

Sudah 10 tahun saya tidak aktif di harian itu. Sudah banyak teman-teman saya yang tidak di sana lagi. Apalagi sejak manajemennya beralih ke Tempo.


Saat menelepon saya siang tadi, ia hanya memperkenalkan diri sebagai ''penjaga gawang''. Tugasnya pun sederhana: Memelototi karya redaksi.

Saya rasa tugas itu cocok untuknya. Apalagi kacamatanya saya lihat kian tebal. Tentu lebih sangar kalau melotot.

T. Sebut saja begitu, menelepon untuk tiga hal.

Pertama minta izin sebagai pemred DI's Way. Permintaan ini tidak masuk akal. Sebab saya bukan pemilik DI's Way. Saya hanya pencetus gagasan menerbitkan website DI's Way agar Pak Dahlan Iskan mau menulis lagi. Konsekuensinya: Saya harus menjadi redakturnya selama setahun pertama.

Kedua, T minta kesediaan saya untuk menulis secara tetap. Minimal seminggu sekali. Di DI's Way itu. Untuk permintaan ini, saya menyanggupi. Sebab menulis adalah hobi saya satu-satunya.

Ketiga, T minta restu untuk penerbitan harian DI's Way dalam format cetak sebagai kelanjutan website DI's Way yang saya gagas dua tahun lalu. Kali ini saya pura-pura terkejut. ''Serius DI's Way akan terbit cetak setiap hari?'' tanya saya.

T pun dengan riang bercerita tentang rencana penerbitan DI's Way yang sering disebut Pak Dahlan 'bukan koran' itu. Bukan koran, lalu apa? ''Harian. Tapi bukan koran,'' kata T.

Sebenarnya saya sudah agak lama mendengar rencana Pak Dahlan menerbitkan media cetak (lagi). Tapi baru sepekan yang lalu saya tahu kalau namanya DI's Way.

Sempat saya bayangkan DI's Way yang edisi Surabaya ini sama dengan DI's Way edisi Kaltim dengan nama DI's Way Kaltim. Ternyata beda. DI's Way Kaltim adalah koran. DI's Way Surabaya bukan koran. Bukan koran tapi terbit harian. Terbit harian tapi bukan koran.

Saya sempat berdiskusi beberapa jam pekan lalu dengan anak-anak milenial yang berada di belakang layar. Mereka menangani aspek pemasarannya. Pak Dahlan ikut rapat. Hanya membuka saja. Setelah itu beliau pergi. Seperti biasanya.

Melalui Zoom Meeting saya tahu: Mereka benar-benar anak muda. Remaja dewasa. Usianya masih belasan. Sebagian masih belum genap 25 tahun.

Melihat wajah-wajah mereka, saya menebak: Tidak ada satu pun yang pernah menjadi pedagang koran. Di tangan merekalah DI's Way akan bertaruh keberuntungan.

Apakah saya pesimistis dengan kemampuan mereka? Sama sekali tidak. Saya justru punya keyakinan bahwa mereka bisa menjual DI's Way dengan cara baru. Dengan strategi baru. Dengan konsep baru.

Sekarang saya mulai sedikit mengerti, mengapa Pak Dahlan selalu mengatakan DI's Way bukan koran. DI's Way memang produk media cetak jenis baru. Produknya akan diperkenalkan kepada publik pada 4 Juli mendatang. Lewat acara peluncuran yang bisa disaksikan melalui Zoom Webinar untuk 1.000 orang.

Jagaters kebagian tugas menyediakan link webinarnya. Itu saja.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya