Berita

Peneliti Insititut Riset Indonesia (INSIS), Dian Permata/RMOL

Politik

Pendapat INSIS, Menteri Yang Kerap Bikin Kegaduhan Layak Dicopot

RABU, 01 JULI 2020 | 15:11 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Rencana perombakan Kabinet Indonesia Maju (KIM) yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat rapat kabinet pada Kamis (18/6) lalu diharapkan benar-benar terwujud dengan menunggu hingga 1 tahun memimpin Indonesia di periode kedua ini.

Peneliti Insititut Riset Indonesia (INSIS), Dian Permata mengatakan, Presiden Jokowi diharapkan melakukan reshuffle nanti pada saat momentum satu tahun kepemimpinan periode keduanya.

"Jika presiden ingin reshuffle kabinet ada baiknya menunggu Oktober 2020 saja. Ini sekaligus momentum 1 tahun pemerintahan sekaligus untuk evaluasi kinerja Menteri di tengah Pandemik Covid-19," ucap Dian Permata kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (1/7).


Namun demikian, Dian pun membeberkan pos-pos Kementerian yang layak diganti. Menteri-menteri yang layak diganti, kata Dian adalah menteri yang kerap membuat kegaduhan di tengah masyarakat menghadapi Pandemik Covid-19.

"Pos-pos krusial yang layak menyedot energi publik baik sebelum ataupun di tengah berlangsungnya Covid-19 dapat menggunakan instrumen menteri yang kerap bikin gaduh. Ini linier dengan kemauan presiden agar menteri jangan bikin gaduh," jelas Dian.

Diantaranya ialah Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, Menteri Agama (Menag), Fachrul Rozi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

"Sedangkan menteri-menteri yang tidak mencapai target capaian kinerja di luar ekspektasi presiden maka ini sudah di tangan Jokowi. Tentu saja, harapannya, reshuffle dapat menjadi energi baru agar kinerja dan dapat merangsang ekonomi," pungkas Dian.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya