Berita

Ketua Majelis ProDEM Iwan Sumule bersama aktivis ProDEM saat mengajukan gugatan ke MK/Net

Politik

Iwan Sumule: MK Sudah Beri Sinyal Kabulkan Gugatan UU Corona Dari ProDEM

KAMIS, 25 JUNI 2020 | 10:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sinar harapan seolah menghampiri Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) yang tengah menggugat UU 2/2020 Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemik Covid-19 atau yang biasa disebut UU Corona.

Jelang sidang awal gugatan yang akan digelar pada siang nanti, Kamis (25/6), ProDEM merasa senang dengan pendapat yang disampaikan Mahkamah Konstitusi mengenai uji materi Perppu 1/2020 atau Perppu Corona yang merupakan cikal bakal UU Corona.

MK dalam sidang yang digelar pada Selasa (23/6) lalu memang menyatakan tidak dapat menerima permohonan uji materi Perppu 1/2020 yang diajukan Din Syamsuddin cs.


Namun demikian, ada satu poin pertimbangan di mana MK berpendapat kerugian konstitusional akibat pasal imunitas dalam perppu tersebut yang didalilkan para pemohon dapat terjadi.

"Yaitu perbedaan perlakuan di hadapan hukum, menurut Mahkamah memang dapat terjadi karena ketentuan yang dimohonkan para pemohon memberikan imunitas bagi pihak-pihak atau lembaga tertentu," kata Hakim Konstitusi Aswanto di Gedung MK, Jakarta, Selasa lalu.

Menurut Ketua Majelis ProDEM Iwan Sumule pernyataan itu selaras dengan langkah ProDEM menggugat UU 2/2020. Di mana ProDEM menilai UU tersebut telah mengamputasi kewenangan dari lembaga lain dalam mengawasi penggunaan anggaran negara oleh pemerintah. Ini lantaran ada pasal yang memberi imunitas bagi pengelola keuangan.

“Ini memberi sinyal bahwa gugatan ProDEM terhadap UU 2/2020 berpotensi dikabulkan MK,” tegas Iwan Sumule saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Kamis (25/6).

“Terbukti juga bahwa kekhawatiran ProDEM akan terjadi disfungsi banyak lembaga negara dengan adanya UU 2/2020,” sambungnya.

Iwan Sumule lantas mencontohkan temuan masalah dalam program yang dilakukan pemerintah di saat pandemik Covid-19 oleh KPK. Komisi anti rasuah itu tidak lantas mengusut temuan, melainkan sebatas menjadikan hal tersebut sebagai kajian.

“Ini tanda UU Corona jadi jaminan keamanan “tuyul-tuyul” pencuri,” tutupnya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya