Berita

Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kemenag Pangandaran, Sarip Hidayat/RMOLJabar

Nusantara

KBM Belum Pasti, Ponpes Tetap Harus Menyiapkan Protokol Covid-19

SELASA, 23 JUNI 2020 | 14:41 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Waktu efektif Kegiatan belajar Mengajar (KBM) di lingkungan pondok pesantren di Kabupaten Pangandaran hingga saat ini masih belum ditentukan. Padahal sebelumnya telah dibahas DPRD dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Tidak hanya bagi pondok pesantren, lingkungan madrasah juga turut terkena imbas dari belum adanya waktu KBM yang pasti. Terlebih, pelaksanaan KBM akan masih menunggu perkembangan pandemik Covid-19 di Kabupaten Pangandaran.

Sebelumnya, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran pun sempat mengeluarkan surat bernomor 297/Kk.10.27/II/PP.00/06/2020 sebagai bahan dasar waktu pelaksanaan KBM di Pesantren dan Madrasah.


Dari surat tersebut, diketahui waktu pelaksanaan KBM belum bisa dilaksanakan hingga 30 Juni mendatang. Kendati demikian, Pesantren diperbolehkan melakukan KBM dengan beberapa syarat.

“Ya kan ini bisa saja nanti diperpanjang lagi. Tergantung sama perkembangan pandemik Covid-19 di Nasional dan daerah juga,” terang Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kemenag Pangandaran, Sarip Hidayat, Selasa (24/6), dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Ada pun sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pihak pondok pesantren untuk bisa melakukan KBM, beber Sarip, di antaranya adalah tetap menerapkan protokol kesehatan dalam penanggulangan Covid-19.

“Kalau santrinya dari daerah sini, itu nggak apa-apa. Nah kalau yang dari luar, ini jangan dulu lah. Supaya lingkungan Pesantren merasa aman,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya