Berita

Walikota Tri Rismaharini (kiri), berharap BIN masih memperpanjang rapid test massal bagi warga Kota Surabaya/Istimewa

Nusantara

22 Hari Rapid Test Di Surabaya, BIN Temukan 1.702 Orang Positif Corona

MINGGU, 21 JUNI 2020 | 00:18 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Selama melakukan rapid test massal di Kota Surabaya, Jawa Timur, Badan Intelijen Negara (BIN) berhasil menemukan 1.702 kasus positif Covid-19. Kini saatnya bagi BIN untuk membantu wilayah lain mendeteksi penyebaran corona.

Hasil itu didapat BIN melalui rapid test massal yang dilakukan sejak 29 Mei hingga 19 Juni 2020 atau selama 22 hari di Surabaya. Tes dilakukan di 23 lokasi yang merupakan zona merah di Kota Pahlawan. Lokasi ini merupakan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya.

Staf Khusus Kepala BIN, Mayjen TNI Suyanto mengatakan, selama pelaksanaan rapid test massal terhitung sejak 29 Mei sampai 19 Juni 2020, ada sebanyak 34.021 warga Surabaya mengikuti tes massif ini. Dari jumlah itu, 4.603 menunjukan hasil reaktif.


Ada pun jumlah yang mengikuti swab test adalah 4.637 Orang. Tambahan 34 orang merupakan rujukan dari puskesmas setempat.

"Yang konfirmasi positif Covid-19 setelah melakukan uji swab dengan mobile PCR BIN yakni 1.702 Orang," ucap Mayjen TNI Suyanto di Surabaya, Sabtu (20/6).

Suyanto menambahkan, berdasarkan arahan dari Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, maka BIN memutuskan untuk mengakhiri rangkaian rapid test massal di ibukota Jawa Timur itu pada Sabtu (20/6). Sebab, BIN masih akan menggelar rapid test massal di beberapa daerah lain yang juga butuh bantuan dalam percepatan penanganan virus corona baru melalui rapid test.

"Kami sudah 23 hari di Surabaya melaksanakan rapid test. Hari ini adalah hari terakhir sebagaimana arahan dari Kepala BIN. Kami masih akan melanjutkan rapid test massal di beberapa daerah lain setelah dari sini, mengingat beberapa daerah lain juga membutuhkan bantuan percepatan penanganan virus corona dengan rapid test massal ini," katanya.

Suyanto berharap lewat rapid test yang digelar dapat membantu Pemkot Surabaya dalam upaya melakukan pelacakan terhadap pasien-pasien positif Covid-19. Dengan begitu, Pemkot Surabaya dapat meminimalisir penyebaran.

"Kami berharap lewat rapid test ini dapat membantu atau memudahkan Pemkot Surabaya untuk menindaklanjutinya, untuk meminimalisir penyebaran Covid-19," jelasnya.

Sementara itu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini berharap BIN terus menggelar rapid test di Surabaya. Ia bahkan sempat mengirimkan surat ke Kepala BIN agar memperpanjang kegiatan rapid test massal sampai 30 Juni.

"Saya sebenarnya sudah membuat surat ke Kepala BIN agar bisa dilanjutkan 10 hari lagi sampai 30 Juni. Tapi ternyata kami hanya diperkenankan sampai hari ini. Mudah-mudahan kami bisa tindaklanjuti (setelah rapid test masal ini), karena kami harus terus melakukan rapid ini untuk menghindari sedikit mungkin ada kebocoran atau kelengahan saat kita melakukan tracing," jelasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya