Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump; Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un; dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in/Net

Dunia

Soal Ketegangan Antar-Korea, Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara Minta AS Tidak Ikut Campur

RABU, 17 JUNI 2020 | 19:04 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Buruknya hubungan antara Korea Utara (Republik Rakyat Demokratik Korea) dengan Korea Selatan (Republik Korea) merupakan hasil ikut campur tangan Amerika Serikat (AS). Untuk itu, AS harus mundur dari isu Semenanjung Korea.

Demikian kiranya bunyi pernyataan bersama dari Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea dan Partai Pelopor yang diterima oleh Kantor Berita Politik RMOL pada Rabu (17/6).

"Kami minta keras AS mundur dari isu Semenanjung Korea agar perdamaian Semenanjung Korea bisa terwujud," tegas mereka.


Mereka menjelaskan, jika melihat sejarah, hubungan persahabatan antar-Korea sudah terwujud jika AS tidak memaksa Korea Selatan untuk menjauhi Korea Utara dan tidak melabeli Pyongyang sebagai musuh.

"Kalau dilihat, semua aksi AS adalah hipokritis dan mereka tidak ingin memperbaiki hubungan antara RRD Korea. Apa yang mereka kejar adalah kehancuran pemerintah RRD Korea dengan senjata," jelas mereka.

Hal tersebut juga dilihat dari kebijakan AS terhadap Korea Utara dalam dua tahun terakhir, dalam proses pembicaraan denuklirisasi.

Selama dua tahun terakhir, Korea Utara telah mengembalikan warga AS yang ditangkap karena melanggar hukum, lalu menghentikan uji tes senjata nuklir dan rudal antarbenua, serta mengembalikan mayat tentara AS tertinggal di Korea Utara pada waktu perang Korea.

"Tetapi AS masih bermusuhan terhadap RRD Korea dan menerapkan sanksi lebih keras terhadap mereka dan membawa lebih banyak senjata-senjata di Korea Selatan," tambah mereka.

Selain itu, juga dapat dilihat dari posisi AS dalam ketegangan Korea Utara dan Korea Selatan baru-baru ini. Di mana AS tidak menyinggung aksi para pembelot yang telah memantik permusuhan, melainkan fokus pada aksi balasan Korea Utara yang dianggapnya sangat mengecewakan.

Dengan berbagai tindakan tersebut, Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea dan Partai Pelopor meminta AS untuk segera menghentikan tindakan bermusuhan dengan Korea Utara. Termasuk dengan menarik semua personel militernya dari Korea Selatan serta tidak ikut campur dalam perdamaian di Semenanjung Korea.

"Dengan pernyataan bersama ini, kami sekali lagi ingin menyampaikan dukungan dan solidaritas kepada RRD Korea yang berjuang untuk jaga kedaulatan dan martabat mereka serta meminta keras kepada AS untuk menarik diri dari kebijakan bermusuhan terhadap RRD Korea," pungkas mereka.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya