Berita

Penampakan cahaya hijau di Planet Mars, ilustrasi dari informasi yang didapat lewat European Space Agency/Net

Dunia

Para Astronom Mendeteksi Aura Hijau Bercahaya Di Atmosfer Mars

RABU, 17 JUNI 2020 | 11:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Untuk pertama kalinya kilauan cahaya hijau tertangkap di sekitar planet Mars. Trace Gas Orbiter (TGO) milik Badan Antariksa Eropa (ESA) telah mendeteksi cahaya itu kemarin. Fenomena ini belum pernah terjadi di planet selain Bumi.

Jean-Claude Gérard dari Université de Liège di Belgia mengungkapkan rasa suka citanya terhadap penemuan ini.  

"Salah satu emisi paling terang yang terlihat di Bumi berasal dari cahaya malam, khususnya dari atom oksigen yang memancarkan panjang gelombang cahaya tertentu yang belum pernah terlihat di sekitar planet lain," katanya, seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (16/6).


"Di sisi lain, emisi ini diprediksi telah ada di Mars selama sekitar 40 tahun. Terima kasih kepada TGO, berkat bantuannya kami berhasil menemukannya," ujar Gerard yang juga menjadi pemimpin penulis penelitian ini.

Emisi hijau adalah karakteristik oksigen. Aurora berbeda dengan cahaya malam. Menurut Gerard, cahaya malam disebabkan oleh interaksi sinar matahari, beserta atom dan molekul di udara yang menghasilkan cahaya tipis dan terus-menerus. Emisi ini sulit dilihat, bahkan di bumi. Cahaya siang hari (day glow), komponen harian dari emisi konstan ini bahkan lebih sulit dikenali.

Gérard dan timnya menggunakan rangkaian instrumen Nadir milik TGO dan Occultation for Mars Discovery (NOMAD), yang meliputi Ultraviolet and Visible Spectrometer (UVIS) untuk mempelajari udara Mars dalam mode pengamatan khusus dari April hingga Desember tahun lalu.

Para ilmuwan melakukan pemodelan untuk lebih memahami penyebab kemunculan cahaya hijau itu. Perhitungan itu menunjukkan bahwa cahaya digerakkan terutama oleh pemecahan karbon dioksida, yang membentuk 95 persen atmosfer tipis Mars, menjadi karbon monoksida dan oksigen.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya